PEKANBARU - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Riau menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Humas/Community Development/Legal dalam Sinergi dengan Media, Motivasi Kerja, dan Public Speaking di The Zuri Hotel Pekanbaru, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini diikuti perwakilan perusahaan anggota GAPKI Cabang Riau, khususnya dari bidang humas, community development (CD), dan legal.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan praktisi komunikasi. Di antaranya DR. (H.C.) Tahidin Mas’ud, S.Pt., M.M., CPHRM., HRBP sebagai Motivator Nasional; H. Zulmansyah Sekedang, S.Sos., M.I.Kom selaku Sekretaris Jenderal PWI Pusat; serta Michiko Frizdew, S.I.Kom., M.I.Kom., C.T., Pendiri dan Direktur MF Communications. Acara dipandu oleh Muchlisin, S.E., M.H., Ketua Kompartemen Publikasi dan CSR GAPKI Cabang Riau.
Ketua GAPKI Cabang Riau, Lichwan Hartono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis humas, community development, dan legal di tengah tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Humas adalah penyampai informasi dan wajah perusahaan di ruang publik. Community development adalah jembatan kepercayaan dengan masyarakat sekitar. Legal adalah pondasi kepastian dan perlindungan hukum. Ketiganya harus berjalan dalam satu irama, bukan bekerja sendiri-sendiri,” ujar Lichwan.
Ia menambahkan, membangun narasi yang kuat harus berbasis fakta dan berpijak pada kepatuhan hukum. Di era keterbukaan informasi dan media digital saat ini, kemampuan berkomunikasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

“Setiap pernyataan bisa menjadi solusi, namun satu kalimat yang keliru bisa menjadi krisis. Karena itu pelatihan ini bukan hanya soal teknik berbicara di depan publik, tetapi tentang membangun kredibilitas, menyampaikan kebenaran dengan percaya diri, dan menjaga reputasi industri secara kolektif,” tegasnya.
Lichwan berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat meningkatkan kemampuan membangun hubungan strategis dengan media, memperkuat pendekatan komunikasi sosial kepada masyarakat sekitar, serta memahami aspek hukum dalam setiap kebijakan dan pernyataan perusahaan.
Ia juga menekankan bahwa GAPKI Cabang Riau akan terus mendorong penguatan kapasitas anggota. “Kami percaya bahwa kekuatan industri bukan hanya pada produksi, tetapi pada integritas dan komunikasi yang baik. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme,” tambahnya.
Dalam sesi materi, DR. (H.C.) Tahidin Mas’ud membawakan topik tentang motivasi kerja dan penguatan mentalitas profesional. Ia mendorong peserta untuk memiliki rasa bangga sebagai bagian dari industri nasional serta membangun semangat kerja yang produktif dan positif.
Sementara itu, H. Zulmansyah Sekedang menyampaikan materi tentang sinergi dengan media dan pentingnya membangun hubungan strategis dengan insan pers. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terbuka dan berbasis data akan memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Michiko Frizdew dalam pemaparannya membahas teknik public speaking dan strategi komunikasi efektif di ruang publik. Ia mengingatkan pentingnya memahami aspek hukum dalam setiap pernyataan publik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Melalui kegiatan ini, GAPKI Cabang Riau menunjukkan komitmennya dalam membangun industri kelapa sawit yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga kuat dalam komunikasi, sosial, dan kepatuhan hukum di tengah dinamika informasi yang terus berkembang. (Lin)
