Indonesia Ajak Malaysia Tangkal Kampanye Hitam Sawit

Indonesia Ajak Malaysia Tangkal Kampanye Hitam Sawit
Kampanye hitam terhadap sawit belum reda. Untuk itu Indonesia mengajak Malaysia menangkal isu yang tak berdasar itu. Menteri Perdagangan Indonesia dan Menteri Perdagangan Malaysia (Minister of International Trade and Industry) melakukan pertemuan dan sepakat memerangi bersama. Indonesia adalah negara produsen minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) terbesar dunia, disusul Malaysia yang menempati ranking kedua. Maka ketika berbagai kampanye hitam muncul, maka kedua negara ini dirugikan. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dia sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Minister of International Trade and Industry Malaysia Dato’ Sri Mustapa Mohamed. Ini sebelum hadir dalam pembukaan Asean Economic Minister (AEM) ke-49 di Pasay, Filipina. “Kami, Indonesia dan Malaysia membahas langkah yang perlu dilakukan terhadap sikap Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap minyak kelapa sawit,” katanya dalam siaran persnya, Jumat (8/9). Dalam pertemuan itu, menurut Mendag Enggartiasto, pihaknya juga mengajak Malaysia mempromosikan komoditas biodiesel. Dan Indonesia sudah menyampaikan keberatan atas kampanye hitam yang dilakukan negara-negara di kawasan Uni Eropa. Tak cuma soal CPO, dalam pertemuan itu kedua menteri juga membicarakan tentang perdagangan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Termasuk tentang  perdagangan lintas batas. Sebab saat ini kedua negara sedang melakukan review border trade agreement (BTA). Perdagangan Lintas Batas Indonesia-Malaysia itu ditargetkan selesai tahun 2017 ini. Dan sesuai aturan BTA yang disepakati tahun 1970, besaran nilai batas transaksi tercatat 600 Ringgit Malaysia (RM) atau Rp 1,8 juta per bulan. Menurut Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Made Marthini, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, perundingan BTA Indonesia-Malaysia ini ditargetkan selesai tahun ini, 2017. Sebab jika itu selesai, maka itu dapat menjadi payung hukum di perbatasan dalam berbagai aktifitas perekonomian. jss

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index