PEKANBARU – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan perusahaan yang tertuang dalam Astra Agro Sustainability Aspirations 2030, yang menekankan keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, serta pelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan Social Engagement Manager Astra Agro Lestari, Joko Subagyo, dalam kegiatan silaturahmi bersama media yang digelar di Pekanbaru, Kamis (26/2). Menurutnya, CSR menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Di Provinsi Riau, implementasi program CSR Astra Agro dijalankan melalui lima anak perusahaan, yakni PT Kimia Tirta Utama (KTU), PT Eka Dura Indonesia (EDI), PT Sawit Asahan Indah (SAI), PT Sari Lembah Subur (SLS), dan PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP). Melalui unit-unit usaha tersebut, Astra Agro berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan desa-desa sekitar perkebunan.
“Seluruh program CSR kami dirancang berdasarkan dialog dan pertemuan konsultatif dengan masyarakat, sehingga pelaksanaannya benar-benar menjawab kebutuhan serta potensi lokal desa,” ujar Joko.

Program CSR Astra Agro dijalankan dengan pendekatan empat pilar, yaitu Astra Kreatif (pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal), Astra Sehat (peningkatan akses dan layanan kesehatan), Astra Cerdas (peningkatan kualitas pendidikan), serta Astra Hijau (pelestarian lingkungan).
Sepanjang tahun 2025, program CSR Astra Agro di Riau telah menjangkau 51 desa di 10 kecamatan dan 4 kabupaten. Pada pilar ekonomi, perusahaan melakukan pendampingan terhadap UMKM, kelompok tani, dan pengrajin melalui bantuan permodalan, penyediaan sarana produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Upaya ini ditujukan untuk mendorong peningkatan pendapatan serta kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada pilar kesehatan, Astra Agro memfokuskan program pada penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan antara lain Pemberian Makanan Tambahan (PMT), insentif dan pelatihan kader Posyandu, sosialisasi kesehatan, serta berbagai program promotif dan preventif lainnya.
Sementara itu, pada pilar pendidikan, Astra Agro menyalurkan dukungan berupa insentif honor guru, beasiswa pendidikan, pelatihan tenaga pendidik, serta bantuan sarana dan prasarana pembelajaran. Adapun pada pilar lingkungan, perusahaan mendorong kampanye dan edukasi lingkungan, kegiatan penghijauan, serta pengembangan inisiatif bank sampah di tingkat desa.
Seluruh kontribusi tersebut sejalan dengan cita-cita Astra Agro, yakni “Sejahtera Bersama Bangsa”, sekaligus mendukung pemenuhan kewajiban perusahaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Pelaksanaan program CSR ini juga mengacu pada prinsip dan kriteria Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Astra Agro meyakini, melalui implementasi program CSR yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, hubungan yang harmonis dan konstruktif dengan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)
