Humaniora

'Peringatan' dari Danau Menduyan Sebelum Datang Bencana

Danau Menduyan

INHU- Sebelum datangnya bencana banjir, masyarakat di daerah Danau Menduyan mendapat suara dentuman tanpa wujud yang sangat keras, ini pertanda peristiwa alam akan terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, " itu hanya diyakini oleh warga tempatan saja".

Suara misteri itu menyerupai dentuman meriam dan ini hanya terjadi setahun sekali, untuk mengetahui apa yang akan terjadi, masyarakat hanya mendengar berapa banyak suara yang keluar, kata Sahran( Petugas pelestarian Pesejarahan Kabupaten Inhu) pada saat berbincang dengan SAWITPLUS.CO, pada Jum'at, 7 Desember.

Sahran bercerita, tahun 2018 ini suara misteri yang terdengar sebanyak tiga kali, itu artinya bencana banjir besar akan datang. Dan, ini terbukti dilihat dari air sungai Indragiri belum juga surut. Dikatakanya, " Suara misterius itu terdengar oleh masyarakat pada malam hari sebelum datangnya bencana alam. Apabila suara misteri terdengar satu kali, artinya bencana banjir tidak lama, tetapi kalau sampai lima kali berdentum, ini pertanda akan datang wabah penyakit yang akan menyerang", namun suara itu belum ada terdengar sebanyak lima kali, ucap Sahran.

Adanya misteri yang tak tahu dari mana asalnya, masyarakat tempatan merasa tidak risih munculnya hal itu. Bahkan menurut seseorang warga, timbulnya suara tanpa wujud menjadi pedoman atau persiapan diri untuk menghadapi datangnya bencana.

Suara misteri itu sudah ada dari zaman dulu, kendati demi kian bunyian misteri ini tak banyak yang mengetahui. Apalagi kalangan pengunjung wisata Danau Menduyan, kenapa demikian, karena para pengunjung hanya menikmati indahnya alam danau dan bangunan berdiri dipinggiran bibir air yang lumayan elok tanpa ingin tahu cerita sejarahnnya. "Kalau tidak ada yang bertanya tentang sejarah Raja zaman dulu, misteri ini tak akan terlontarkan dan ini bersifat ' Rahasia', sambung Sahran.

Wisata Danau Menduyan ini berdekatan dengan komplek Cagar Budaya Pemakaman Raja, yang berlokasi di Desa Kotalama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri. Ada empat Sultan yang di makamkan di Cagar Budaya Pemakaman Raja ini, diantaranya. Sultan Usuluddin Utara Narasinga 2, Raja Iskandarsyah Johan Narasinga, Raja Ahmad Muda Yatsah, Raja Usman Fadila

Pemakaman Raja dan Objek wisata Danau Memduyan ini sering dikunjungi oleh masyarakat dari seluruh penjuru, terutama yang sering itu Siswa- Siswi yang masih duduk di Sekolah SMK/SMA Sedrajat yang berada di Kabupaten Inhu, bahkan dari kalangan umum tak mau ketinggalan juga melihat pemakaman Raja Sang pejuang.

Kendati demikian sangat disayangkan, para pemuda  generasi penerus, dan Siswa yang masih duduk dijenjang sekolah  belum bisa menceritakan lebih mendalam perjalanan tentang sejarah pemerintahan Sultan disaat memimpin tahta, hanya sebatas mengetahui kalau itu adalah makam Raja, sepengetahuan wartawan ini.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu melalui bidang Disdikbud( Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) seyogyanya mengulas kembali dan membuat ekstrakurikuler sejarah pemerintahan Raja- Raja yang ada di Inhu, agar sejarah ini tidak lumpuh dimakan zaman modren pada saat ini, kenapa demikian agar anak cucu kelak nanti bisa meningat sejarah dikampung halaman sendiri. dan


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar