Humaniora

Pulau Jawa Versi Fa Hien (1) : Pulau Mistis yang Penuh Misteri

Pulau Jawa memang mistis. Pulau ini dianggap sebagai salahsatu pulau dengan kebudayaan tua. Ada banyak pakar yang berpendapat seperti itu. Ketuaan kebudayaan Jawa itu hanya bisa disaingi dua negara, yaitu India dan China.

Berdasar fosil yang ditemukan, beberapa ahli Kejawen masih sedang mencari konklusi antara keduanya. Sebab Homo Soloensis ternyata lebih tua dibanding Manusia Peking di China. Benarkah kebudayaan Jawa lebih tua ketimbang India dan China? Inilah tulisan berdasar catatan Fa Hien, petualang China yang lebih bersifat mistis ketimbang historis.

Sejarah permulaan Pulau Jawa seolah-olah terbungkus dalam rahasia. Kebanyakan informasi yang ditimba dari berbagai referensi menyebutkan, pulau ini belum diketahui dunia luar sebelum kunjungan peziarah Cina, Fa Hien.

Malah sesudah itu pun masih terdapat kekosongan selama beberapa abad. Apa yang terjadi dalam pulau ini tak tercatat dalam sejarah, karena semuanya masih berujut misteri.

Dalam berbagai catatan itu disebut, banyak puing-puing terdapat di Pulau Jawa. Itu memberi kesan, bahwa pulau ini sudah berpenghuni, dan penghuninya sudah berbudaya. Sisa-sisa kehidupan itu terbanyak berbentuk tembikar, berbagai lukisan, serta kulit kerang yang terdapat dalam beberapa gua.

Tetapi kalau mau dicermati, ternyata hampir semua puing yang berserakan itu usianya relatif baru. Jarang ada yang berusia lebih dari 1200 tahun. Celakanya lagi, di antara bukti-bukti yang minim itu, ternyata jarang sekali tersimpan tulisan atau inskripsi-inskripsi.

Memang ada banyak tulisan yang menuliskan tentang riwayat tertentu yang berkaitan dengan Pulau Jawa. Tapi sayang, kebanyakan diceritakan di kalangan keluarga raja-raja Jawa. Tulisan itu bercampur antara mitos dan legenda, dan sangat minim landasan sejarahnya.

Untuk itu berbagai pengkisahan itu masih disangsikan kebenarannya. Terutama kalau diikuti sampai permulaan tarik Masehi. Sebab dalam penceritaan itu lebih kental mitologinya dibanding kenyataan yang terjadi.

Sebenarnya, untuk menguak zaman yang 'terpendam' itu masih bisa dilakukan dengan bantuan pandangan waskita. Melalui cara itu sudah tentu bisa diteliti ke belakang tanpa batas. Sebab hal itu sudah terbukti, dan sudah dilakukan untuk tingkat global, tentang deskripsi Zaman Atlantis, atau bahkan Zaman Lemuria. Sebuah zaman yang untuk masa sekarang sulit untuk dibayangkan.

Tetapi untuk menguak sejarah gaib Pulau Jawa, mungkin tak perlu terlalu jauh. Cukup menyelidiki keadaan pulau ini sampai kira-kira 2000 tahun Sebelum Masehi. (jss/bersambung)


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar