Politik

Ancaman Jokowi : Ada Kebakaran Dicopot !

"Kalau di wilayah saudara ada kebakaran dan tidak tertangani, aturannya masih sama, masih ingat? Dicopot!" itu kata Jokowi dalam rapat soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Istana Negara, Selasa (6/2/2018) lalu.

Dan di bulan Agustus ini, ancaman itu kian bergema. Soalnya mendekati gawe internasional Asian Games XVIII di Palembang dan Jakarta, kemudian Annual Meeting World Bank-IMF 2018 bulan Oktober di Bali, dan pesta demokrasi pada April tahun 2019.

Gawe ini harus dijaga. Jangan lagi ada asap mengepul yang akan menjadi perhatian dunia. Sebab beberapa tahun ini Indonesia sudah dipuji. Pemerintah mampu mencegah asap dan mengendalikan kebakaran di tahun 2017 kemarin. Pujian itu terang-terangan dilontarkan Malaysia.

Taruhan gengsi dan harga diri bangsa itu terlihat dari sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan kalimat lugas tapi tegas, sang presiden tidak mau kompromi. Jika ada kebakaran hutan dan lahan untuk tahun 2018, maka taruhannya adalah dicopot dari jabatannya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam Rapat Persiapan Pemantauan Karhutla 2018, Rabu (25/7/2018) di Bina Graha, Jakarta juga meminta pemerintah daerah, KLHK, Polri, TNI, BIN, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait untuk bekerja keras menuntaskan masalah ini.

“Saya minta, agar kita semua mengerahkan kemampuan maksimal dan bekerja bersama untuk menanggulangi kebakaran hutan,” tegasnya.

Tujuan rapat ini untuk memperkuat sinergi dan perbaikan proses kerja masing-masing kementerian dan lembaga.

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkap, bahwa kementeriannya melakukan monitoring langsung di wilayah-wilayah yang kerap dilanda kebakaran hutan dan lahan, seperti Kalimantan Tengah, Jambi, Sumsel, Kalimantan Barat, dan Riau.

“Dari pengalaman selama ini, manajemen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sudah lebih tertata, “ katanya.

Sedang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memberi prediksi, bahwa puncak kemarau tahun ini akan terjadi pada bulan Juli hingga September.

“Di situ akan terlihat tingkat curah hujan, kelembaban udara, dan kecepatan angin, yang bisa dipakai untuk melihat sampai sejauh mana tingkat hotspot di lapangan. Jika sudah sebesar 50 persen, maka dalam kategori membahayakan dan mudah terbakar,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Untuk mencegah agar titik api tidak meluas, maka salah satu cara yang diusulkan adalah dengan meningkatkan kelembaban lahan gambut. “Saya mengusulkan adanya hujan buatan yang efektif dilakukan di minggu ini dan minggu depan, karena ada kiriman awan dari Filipina,” tambahnya.

Apa yang diungkapkan BMKG itu sangat penting. Sebab pengamatan Badan Restorasi Gambut (BRG) pertengahan Juli lalu, selama dua minggu tampak adanya variasi permukaan air pada gambut dari < 0,5 m - -1,5 m. Sedang kondisi yang masih bisa diterima, tinggi permukaan air < 0,5 m.

Jika permukaan > 0,5 hingga -1,4 m di bawah gambut, maka itu menandakan, bahwa kelembabannya mulai berkurang, tinggal 20 – 30 persen yang mudah terbakar.

Menurut Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead , untuk mengatasi itu, maka langkah yang mesti dilakukan adalah dengan mempersiapkan sekat-sekat air yang harus dikerjakan masyarakat.

Dalam rapat koordinasi itu, perwakilan pemerintah daerah yang hadir adalah dari Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kalimantan Barat. Semuanya sepakat untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan itu semaksimal mungkin.

Maka, kalau hari-hari ini Anda bertandang ke provinsi di atas itu, selain akan tampak adanya pergerakan hotspot dan firespot yang menaik, juga akan tampak di udara, helikopter berseliweran tak kenal jeda.

Helikopter itu tak cuma untuk memadamkan api dengan menyemprotkan air, tetapi juga untuk menabur garam, membuat hujan buatan. Ini agar api tak terdeteksi dan berkobar, dan asap tidak mengepul.

Sebab jika sampai itu terjadi, tidak hanya negeri ini akan malu di mata dunia, tetapi jabatan-jabatan para penanggungjawab itu juga ikut sirna. Ini sebuah taruhan yang wajib untuk dimenangkan. ass/jss


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar