Humaniora

Misteri Anak Gendruwo (21) : Ini Perjanjian Mistis Eyang Ratih

Peristiwa mistis itu merupakan awal pertemuan Eyang Ratih dengan gendruwo bapak Wagini secara phisik. Makhluk gaib itu terus mendampingi Wagini. Ia tak mau melepas anaknya kemana-mana sendirian. Kendati makhluk sebangsa jin ini tak pernah menampakkan diri.

Sejak pertemuan dan kontak batin itu, niat Eyang Ratih untuk mengangkat Wagini sebagai anak angkat kian mantap. Paranormal ini mulai berpikir untuk mengajak Wagini bergabung di Padepokan Gunung Lawu yang dipimpinnya, yang berpusat di Denpasar, Bali.

Sebab laki-laki itu memiliki kemampuan supranatural yang amat dahsyat. Padahal dia belumlah matang menurut ukuran dunia makhluk halus.

Kemampuan Wagini itu tentulah banyak dibutuhkan orang kota. Sebab Wagini punya pancaran mistik tinggi. Ia bisa menyalurkan daya magis untuk kesembuhan orang lain.

Atau menyalurkan energi metafisis itu pada manusia, sehingga getarannya memberi vibrasi pada batin orang yang membutuhkan kemajuan dalam bidang usaha maupun karier.

Selain itu, dalam pandangan Eyang Ratih, kemiskinan yang dialami Mbah Wakijah, nenek Wagini, yang selama ini merawat anak gendruwo itu sangatlah menyentuh hatinya.

Eyang Ratih berharap, jika kekuatan supranatural Wagini banyak membantu masyarakat, tentu ada imbalan materi yang diterima. Dan itu bisa membantu kehidupan nenek yang lama menderita itu. Mbah Wakijah yang sudah sangat tua itu tidak perlu lagi membanting tulang untuk menghidupi Wagini yang mulai kelihatan dewasa.

Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya Wagini diizinkan bersama Eyang Ratih. Itu pun prosesnya lama. Kalau Mbah Wakijah sejak awal sudah merestui. Tapi untuk meminta restu bapak Wagini yang makhluk halus itu perlu negosiasi panjang.

Untuk melakukan itu, Eyang Ratih perlu melakukan ritual khusus. Ini sebagai bentuk perjanjian mistis agar saling menjaga dan saling menghargai antara Eyang Ratih sebagai ibu angkat, dan gendruwo sebagai bapak Wagini yang terus menjaganya melalui kehidupan dunia halus. (Djoko Suud Sukahar/bersambung)


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar