Berkat Sawit, PTPN III Untung Besar Sehabis Merugi

Berkat Sawit, PTPN III Untung Besar Sehabis Merugi
Sawit membuat kinerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Holding tahun lalu moncer. Perusahaan pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun. Itu dari total pendapatan yang mencapai Rp 30 triliun sepanjang 2017. Menurut Direktur SDM dan Umum PTPN III Holding, Seger Budiarjo salah satu penopang pendapatan perusahaan sehingga bisa mencatat laba bersih yang cukup besar adalah keberhasilan melakukan restrukturisasi hutang sebesar Rp 10,4 triliun. “Selain itu, peningkatan produktivitas hasil tanaman, terutama sawit turut mendongkrak pendapatan dan laba perusahaan,” ujarnya, Rabu (17/1). Seger mengatakan, saat ini penyumbang terbesar pendapatan perusahaan adalah produksi crude palm oil (CPO), yakni 65% dari pendapatan. Potensi peningkatkan pendapatan dari sawit masih terus meningkat karena masih ada kebun yang sudah ditanami sawit tetapi belum berproduksi. “Apalagi setiap tahun PTPN melakukan peremajaan terhadap tanaman sawit sebesar 4% dari luas perkebunan sawit,” katanya. Saat ini, total lahan perkebunan PTPN mencapai 1,1 juta ha. Dan seluas 943.000 ha sudah tertanam. Kata Seger, tahun 2017 lalu, produksi CPO PTPN mengalami kenaikan 7,84% menjadi 1,84 juta ton dari tahun 2016 yang 1,71 juta ton. Sedang produksi teh kering justru mengalami penurunan sebesar 1,6% menjadi 48.186 ton dari tahun 2016 yang 48.968 ton. Juga karet turun sebesar 3,45% menjadi 135.422 ton dari sebelumnya 140.282 ton. Dan produksi gula turun 8,68% menjadi 860.881 ton dari sebelumnya 942.678 ton. Untuk mengantisipasi kondisi penurunan produksi ini, PTPN berencana menambah modal kerja. Untuk itu, Seger bilang, pihaknya membutuhkan dana segar untuk perbaikan tanaman sebesar Rp 9 triliun. Dana ini akan diperoleh dari pinjaman perbankan. Mekanismenya peminjaman dana sebesar itu dilakukan secara berkala selama tiga tahun ke depan. “Nantinya dana itu digunakan untuk meremajakan tanaman yang produksinya sudah turun seperti teh, karet dan gula. Dengan demikian pertumbuhan kinerja perusahaan dapat dijaga sehingga tidak rugi lagi seperti tahun sebelumnya,” kata Seger. ass/jss

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index