Ini Wajah Seram Perempuan Pelaku Ajaran Sakti Kakehan

Ini Wajah Seram Perempuan Pelaku Ajaran Sakti Kakehan
Wajah-wajah cantik di Taniwel coreng-moreng. Tatto kelelawar dan burung elang memenuhi dahi, pelipis sampai hidung. Wajah jelita itu berubah seram. Mirip monster-monster menakutkan. Itulah gambaran fisik pelaku ajaran sakti Kakehan, yang dikembangkan Suku Alifuru di pedalaman Pulau Seram. Di Pulau Seram, ada banyak ajaran sakti yang masih hidup. Tetap diamalkan suku tertentu, secara terang atau tersamar. Selain suku Naulu yang menjalankan ajaran itu, juga masih banyak suku lain yang tetap memegang teguh kepercayaannya. Yang paling menonjol adalah Suku Batih di Pulau Geser, dan Suku Alifuru. Suku Batih mendiami wilayah Seram Timur. Menempati sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Geser. Ia hidup di hutan pulau ini. Mengasingkan diri. Hidup nomaden di pucuk-pucuk perbukitan yang lebat. Suku ini sudah tercampur dengan berbagai suku lain. Juga dengan bangsa-bangsa lain yang terdampar ke kawasan ini. Terjadinya akulturasi terpaksa itu, memang bukan tanpa sebab. Suku yang komunitasnya tak sampai ribuan orang itu, memang dikenal paling jago dalam memikat dan melupakan manusia lain terhadap asal-usulnya. Jika wanita atau pria Suku Batih mencintai seseorang, maka keinginannya itu diyakini akan terkabul. Kesaktian semacam memelet orang ini yang menjadi citra menakutkan bagi pendatang. Bagaimana dengan Suku Alifuru? Suku Pertama Suku Alifuru dipercaya sebagai suku awal yang mendiami pulau ini. Itu didasarkan pada namanya, yang terdiri dari alif dan uru. Alif artinya pertama, sedang uru artinya manusia. Dalam buku The Son of the Sun disebut, bahwa Pulau Seram merupakan pecahan dari pulau dari Hindia Belakang, yang kemudian terdampar ke kawasan ini, tatkala terjadi musibah, mencairnya es di kutub. Dan suku Alifuru, ikut terhanyut bersama pulau yang terpecah itu. Dalam perkembangannya, suku ini tak cuma berdomisili di Pulau Seram. Namun sudah membiak ke pulau di sekitarnya, yaitu Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Saparua, Pulau Ina dan Pulau Buru. Sejalan dengan kepindahan itu, maka baik keyakinan agama maupun pola hidupnya mengalami perbedaan-perbedaan. Namun di balik perbedaan-perbedaan itu, ada satu yang masih mengental dan tetap mencirikan latar keyakinannya, yaitu ajaran yang disebut Kakehan. Sebuah ilmu Suku Alifuru untuk menembus berbagai keterbatasan manusia. Dengan menguasai ilmu ini, mereka mampu terbang seperti burung. Mampu menghilang bak halimun. Dan sebaliknya, tega membunuh lawan yang dianggap menurunkan harkat dan martabat suku. Ya, ilmu sakti Kakehan memang untuk mendidik mereka yang dikader sebagai panglima perang. Djoko Su’ud Sukahar

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index