Haru, Pelepasan Mahasiswa Anak Buruh Sawit Penerima Bea Siswa Apkasindo

Haru, Pelepasan Mahasiswa Anak Buruh Sawit Penerima Bea Siswa Apkasindo
Setelah melalui seleksi cukup panjang dan bertingkat, akhirnya diumumkan calon mahasiswa penerima Beasiswa Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Calon mahasiswa yang lulus itu diberangkatkan dari Bandara SSQ II, hari ini, Selasa (31 Oktober 2017). Mereka hasil seleksi dari peserta tes beasiswa D1 sebanyak 1.435 orang dari 18 provinsi penghasil sawit di Indonesia Tawa, canda dan tangis bercampur jadi satu ketika calon mahasiswa ini tiba di Bandara SSQ II. Keharuan yang teramat dalam itu tidak terbendung ketika orang tua akan melepas keberangkatan putra dan putri mereka menjalani pendidikan di kota yang mungkin sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Sebab mereka mereka adalah anak-anak buruh tani dan petani kelapa sawit. Seperti yang dialami oleh Ilham Saputra, anak buruh tani dari Desa Mamugo Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir. Dia sama sekali tidak pernah bercita-cita dapat berkuliah apalagi sampai ke Politeknik Sawit CWE Bekasi Jawa Barat. Untuk itu, keberangkatannya ini seperti mimpi, ketika namanya diumumkan di Media Internet. “Saya salah satu yang lulus, terimakasih kepada Apkasindo. Terimakasih kepada BPDP-KS, khususnya kepada kedua orangtua saya yang mau mengizinkan saya untuk tidak ikut membantu mungut brondolan selama 1 tahun karena kuliah di Bekasi,” kata Ilham sambil meneteskan air mata. Program beasiswa Apkasindo bekerjasama dengan BPDPKS ini adalah Program angkatan ke-2. Daan dirasa perlu menyekolahkan anak para buruh tani/petani kelapa sawit ini tidak lepas dari anggapan banyak orang, bahwa buruh tani dan petani kelapa sawit masih melakukan usaha tani kelapa sawit secara tradisional khususnya dari aspek agronomis. Sebab diketahui, bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat 41% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, produktivitas perkebunan rakyat belum optimal. Pelepasan keberangkatan anak-anak calon mahasiwa ini langsung dilepas Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat ME Manurung, di Bandara SSQ II Pekanbaru. Anak-anak petani ini akan dikuliahkan di 2 universitas ternama. Pertama Institute Pertanian Jogjakarta INSTIPER, dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Education (CWE) Bekasi Jawa Barat. Kedua Kampus ini punya kopetensi dalam mendidik mahasiwa di bidang berkebunan, khususnya kelapa sawit. Jumlah mahasiswa yang dikuliahkan di INSTIPER Jogja sebanyak 200 orang (65 orang dari Riau) dan 100 ( 32 orang dari Riau) di Politeknik Sawit CWE Bekasi. Menurut Gulat ME Manurung, program pendidikan yang diberikan kepada anak-anak Petani ini adalah setara dengan D1 (Berijazah Diploma 1) dengan Kurikulum Berbasis Kelapa Sawit. Selama 8 bulan penuh mahasiswa ini akan dididik secara teori dan diikuti dengan pendidikan mental semi militer. Setelah itu akan dilanjutkan dengan praktek di berbagai perusahaan ternama selama 4 bulan penuh. Kurikulum yang disiapkan untuk mahasiswa D1 Kelapa Sawit ini sangat terstruktur dimana diharapkan setelah selesai menempuh pendidikan selama 12 bulan alumni akan siap menjadi Mandor-Mandor Muda yang kreatif dan profesional berbasis science. Turut hadir pada pelepasan itu jajaran pengurus DPW Riau, sekretaris DPW Riau, Rino Afrino, wakil ketua DPW bidang organisasi Sismeidinata, Wakil ketua DPW bidang pendidikan Santa Buana Kacaribu serta ketua DPD-DPD Apkasindo dari 11 kabupaten/kota se Provinsi Riau. Menurut Rino Afrino, dari total 300 calon mahasiswa dari seluruh Propinsi di Indonesia yang diterima dan dibiayai secara Full Beasiswa, 97 orang berasal dari Propinsi Riau, yang sama dengan 32 % berasal dari Riau. Kuota ini berdasarkan luasan kebun sawit rakyat di Provinsi Riau yang mencapai 1, 4 juta Ha. Ini merupakan yang terluas dibandingkan dengan provinsi lain, serta kinerja kepengurusan Apkasindo Riau bersama pengurus di 11 kabupaten/kota, yang sangat aktif dalam menjalankan mensukseskan program ini di angkatan 1, serta juga aktif dengan program program kerjanya untuk petani kelapa sawit. “Contohnya, belum lama ini kami melakukan kerjasama dengan BPN untuk sertifikasi lahan petani sawit, dan melakukan pendataan petani swadaya di salah satu kabupaten, serta melaunching program pola pemupukan 5T,” kata Rino. Beasiswa Apkasindo-BPDPKS ini adalah full beasiswa. Artinya semua kebutuhan biaya ditanggung, dari mulai keberangkatan dari rumah ke bandara SSQ2, tiket pesawat, asrama, makan, uang kuliah, uang praktek sampai uang saku semua sudah disiapkan secara utuh. “Jadi kepada orang yua dari calon mahasiwa tidak usah kuatir akan hal itu. Mohon doa dan restu kepada anak-anak kita semoga semua lancar dan baik-baik saja selama proses pendidikan,” kata Gulat ME Manurung di Bandara SSQ II Pekanbaru. Selain itu, kepada seluruh calon mahasiwa D1 Perkebunan Sawit supaya menjaga nama baik Apkasindo Riau di kampus tempat perkuliahan dan memberikan contoh dan teladan bagi sesama mahasiwa D1. “Saya berharap tidak ada mahasiswa yang dikembalikan ke Riau karena pelanggaran disiplin atau SOP lainnya, karena biaya yang dikeluarkan negara melalui BPDP-KS menyekolahkan adik-adik sekalian harus dipertanggungjawabkan melalui prestasi dan disiplin,” tambah Gulat ME Manurung saat pelepasan mahasiwa itu. Kesuksesan Apkasindo Riau dalam program beasiswa ini tidak terlepas dari kerja keras teman-teman Pengurus DPW Apkasindo Riau, juga DPD Apkasindo Kab/Kota se Riau. “Untuk itu saya ucapan salut dan terimakasih atas kerja kerasnya mensukseskan program yang cukup mulia ini,” ujar Gulat ME Manurung. jss

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index