Pahala Sibuea : Mitos Versus Fakta Sawit Hingga Pengadilan Eropa

Pahala Sibuea : Mitos Versus Fakta Sawit Hingga Pengadilan Eropa
Sama sama kita ketahui gencarnya negara-negara Eropa melancarkan kampanye hitam tentang sawit dengan berbagai cara, bahkan sampai membuat label “No Palm Oil” pada suatu produk yang dijual di Super market. Hal ini merupakan perbuatan diskriminatif terhadap produk-produk turunan kelapa sawit. Eropa juga kita kenal sebagai penghasil minyak nabati selain sawit yaitu minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak rapeseed. Dimana permintaan minyak nabati yang berasal dari Eropa semakin lama semakin tergerus jumlahnya dari tahun ke tahun. Kebutuhan dunia akan minyak nabati pada tahun 2016 sekitar 39% minyak Sawit, 33% minyak Kedelai, 17% Minyak Rapeseed dan 10% minyak Bunga Matahari dari 162 Juta Ton, sedangkan tahun 1980 kebutuhan minyak Kedelai mencapai 55%. Data tersebut membuktikan tergerusnya kebutuhan minyak Kedelai oleh minyak Sawit. Apalagi kita ketahui masik banyak produk turunan sawit sebagai hasil riset belum terproduksi massal. Dari gambaran perkembangan kebutuhan minyak nabati tersebut, bahwa minyak Sawit meningkat terus dari tahun ke tahun. Inilah yang membuat terjadinya spekulasi dan timbulnya kampanye hitam terhadap sawit dengan berbagai cara, mulai dari isu lingkungan hingga isu kesehatan. Semua isu  yang menjadi mitos dari kampanye hitam terhadap sawit terbantahkan dengan adanya hasil riset dari para pakar/ ahli baik dari lingkungan hingga kesehatan. Namun hasil riset tersebut belum terpublikasikan secara meluas sehingga kalah dengan isu negatif yang selalu terhembus dalam kampanye hitam tentang sawit. Inilah kami dari SAMADE (Asosiasi Sawitku Masa Depanku) akan ikut berperan mempublikasikan fakta-fakta riset tentang Sawit ke masyarakat dunia. Keputusan Pengadilan Banding Belgia di Brusel merupakan kabar baik terhadap produk turunan kelapa sawit, namun disayangkan bahwa hasil putusan itu hanya memberikan sanksi terhadap supermarket Delhaize harus menghentikan klaim illegal yang tidak adil atas label “no palm oil” sehubungan dengan isu lingkungan dan kesehatan. Ya, setidaknya pengadilan juga memerintahkan kepada produsen menarik semua kemasan produk yang mengunakan label “no palm oil”  dari peredaran. Dengan adanya perintah tersebut tidak terjadi lagi diskriminasi terhadap produk sawit. Atas kejadina ini Asosiasi SAMADE akan bekerja keras untuk mensosialisasikan fakta-fakta riset oleh para pakar/ ahli ke masyarakat dunia melalui media masa dan media sosial. Pahala Sibuea, adalah Ketua Samade

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index