Politik

Basmi Ulat, Ada Bunga Pukul Sembilan Lho di Kebun Sawit

Semua jenis kelapa sawit rentan terhadap serangan ulat api. Ulat ini dapat menimbulkan kerusakan pada bagian daun tanaman hingga 40-80 persen. Apabila serangan hama ulat api ini tidak segera dikendalikan, akibatnya kelapa-kelapa sawit bakal mati karena tidak bisa hidup dengan baik, dan tentu, produksi Tandan Buah Segar (TBS) juga akan menurun secara drastis. Perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantation (PT TPP) kebun Airmolek, mengendalikan ulat api dengan cara menghadirkan musuh alami ulat api. Di lokasi lahan perkebunan kelapa sawit PT TPP ditanami Turnera (Bunga Pukul Sembilan). Turnera menghadirkan musuh alami ulat api, dimana setiap serangga yang hinggap di Turnera, cairan serangga di Turnera akan disedot oleh ulat api Diakui kepala bagian kebun dan pengendalian hama PT TPP, Martuah Nasutian, ulat api adalah larva dari ngengat. Ada cukup banyak ulat api yang menyerang kelapa-kelapa sawit di Indonesia termasuk di perkebunan kelapa sawit PT TPP. Namun hama ulat api mampu dikendalikan tanpa zat kimia. "Kita kendalikan hama ulat api dengan metode ramah lingkungan, yaitu sistim agensia hayati," jelasnya. Hama ulat api juga bersifat musiman. Setiap areal lahan yang diserang hama ulat api akan kembali terulang pada fase berikutnya. "Di lokasi yang pernah terdeteksi hama, lokasi itu akan terus dipantau aleh agen pengendali hama tanaman," jelasnya. Lebih jauh disampaikannya, tim dari laboratorium agensia hayati PT TPP beberapa kali sudah melakukan kerja sama dengan petani kelapa sawit di sekitar kebun dalam pemberantasan dan pengendalian hama tanaman kelapa sawit. "Teknik dan cara menciptakan musuh alami dari hama tanaman kelapa sawit juga kita ajarkan pada petani di sekitar kebun PT TPP," jelasnya. Ketika ditanya, apakah tim dari laboratorium agensia hayati PT TPP siap membantu petani kelapa sawit di luar wilayah kebun PT TPP, seperti di Kecamatan Rengatbarat dan di Kecamatan lainnya di Inhu? Martuah Nasution menyatakan senang hati. Pihaknya akan siap membantu petani kelapa sawit di Inhu dalam pengendalian hama tanaman kelapa sawit. Itu jika petani mengajukan permintaan tertulis kepada manajemen PT TPP yang ditujukan pada laboratorium agensia hayati. "Kita dengan senang hati akan membantu petani kelapa sawit di Inhu jika kebun kelapa sawitnya diserang hama. Namun kita minta, permohonan disampaikan kepada manajemen. Sebab kita keluar areal kebun itu harus ada yang bertanggung-jawab. Ini adalah kerja, kendati membantu petani lain di Inhu," jelasnya. pen


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar