Kenaikan Bea Masuk Impor CPO ke India Ikut Sulut Penurunan Harga TBS

Kenaikan Bea  Masuk Impor CPO ke India Ikut Sulut Penurunan Harga TBS
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami penurunan. Itu terjadi, karena nilai tukar  uang Ringgit Malaysia yang menguat, penurunan harga minyak kedelai, serta kenaikan bea masuk impor Crude Palm Oil (CPO) sawit Indonesia ke India yang menaik tajam. Dalam rapat penentuan harga TBS sawit di Provinsi Riau untuk periode 22-28 November 2017 harga TBS mengalami penurunan. Itu terjadi hampir di semua kelompok umur. Malah untuk kelompok umur 10 - 20 tahun terjadi penurunan sebesar Rp 20,60/Kg. Penurunan itu disebabkan dua hal. Faktor internal akibat turunnya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data.  Itu terlihat dari data di bawah ini. Terlihat dari harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 138,37/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 190,91/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 31,86/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp 41,00/Kg, dan PT. Musim Mas yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 92,00/Kg  dari harga minggu lalu. Dan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami penurunan sebesar Rp 41,79/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 77,27/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 3,28/kg, dan PT. Citra Riau Sarana yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 51,00/Kg dari harga minggu lalu. Sedangkan faktor eksternal, penurunan itu ternyata dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu penguatan mata uang ringgit Malaysia yang menekan harga CPO. Dari Bloomberg, Selasa (14/11) disebutkan, bahwa harga CPO kontrak pengiriman Januari 2018 ditutup melemah 1,6% ke level RM 2.717 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Dan harga CPO ini turun paling tajam sejak 25 September dan berada di level terendah sejak tanggal 12 Oktober. Faktor lain yang mendegradasi harga TBS itu adalah lemahnya harga minyak kedelai dan kenaikan pajak masuk ke India yang merupakan tujuan ekspor CPO sawit dari Indonesia. Seperti diketahui, India telah menaikkan bea masuk impor CPO dari Indonesia, dari 7,5% menjadi 15%. Kenaikan bea masuk impor yang naik 100% itu memang masih sedang dinegosiasikan. Tetapi tak dipungkiri, bahwa itu menjadi stimulan terhadap turunnya harga CPO yang berimbas pada harga TBS. jss

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index