Ancaman Lain di Tengah Pandemi, 470 Warga Pekanbaru Menderita DBD

Ancaman Lain di Tengah Pandemi, 470 Warga Pekanbaru Menderita DBD
Ilustrasi nyamuk DBD. (int)

PEKANBARU - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman di tengah pandemi covid-19. Kebersihan lingkungan jadi masalah utama dari penularan DBD. 

Dari catatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sampai saat ini sudah ada 470 kasus DBD yang terjadi di Kota Pekanbaru. Jumlah ini akumulasi selama 2020, setelah terdapat penambahan dua kasus baru pada pekan ini. 

"Minggu lalu ada 468 kasus. Bertambah dua kasus," ujar Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Selasa.

Namun, pasien DBD yang masih dalam perawatan hanya dua orang saja. Selebihnya, sudah ditangani dan sudah sembuh. Sementara itu, terdapat satu pasien DBD yang meninggal dunia pada awal tahun lalu. 

Ia merinci, jumlah kasus DBD di Pekanbaru tersebar di 12 kecamatan. Seperti Kecamatan Sukajadi 18 kasus, Senapelan 20 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai Pesisir 22 kasus, Rumbai 29 kasus, Limapuluh 36 kasus, Sail 7 kasus, Bukit Raya 53 kasus, Marpoyan Damai 65 kasus, Tenayan Raya 83 kasus, Tampan 76 kasus dan Payung Sekaki 54 kasus, Total ada 470 Kasus

Dia juga mengimbau agar warga selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Intinya, kata dia, memberantas DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. "Karena faktor lingkungan yang menentukan DBD," ujarnya. *

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index