Ekonomi

Rupiah Keok ke Level Rp13.620 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (Int)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah berada di Rp13.620 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (27/1/2020) sore. Posisi tersebut melemah sebesar 0,27 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Jumat (24/1/2020).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.612 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Jumat (24/1/2020) yakni Rp13.632 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,79 persen, baht Thailand 0,42 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,27 persen.

Selanjutnya, dolar Taiwan juga turut melemah 0,16 persen, rupee India 0,14 persen, dan peso Filipina sebesar 0,12 persen, diikuti lira Turki dan dolar Hing Kong yang sama-sama melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Sementara, penguatan terjadi pada yuan China sebesar 0,46 persen, ringgit Malaysia 0,26 persen, dan yen Jepang sebesar 0,18 persen.

Kemudian di negara maju, nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro menguat dengan nilai masing-masing 0,01 persen dan 0,07 persen, sementara dolar Kanada melemah 0,27 persen, dan juga dolar Australia sebesar 0,65 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif dari mewabahnya Virus Corona yang berasal dari China.

"Adanya kekhawatiran pasar karena China masih berjuang untuk menahan penyebaran Virus Corona," kata Ibrahim, Senin (27/1/2020).

Menurut Ibrahim kekhawatiran tersebut muncul dari pengeluaran pariwisata dan konsumsi yang dapat terpukul jika virus menyebar lebih jauh.

"Hal tersebut akan mencegah investor mengambil resiko," ujarnya.

Diketahui, Kabinet China telah mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru China hingga 2 Februari untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian Cirus Corona.

Hong Kong juga telah melarang masuknya pengunjung dari Provinsi Hubei, China. Otoritas kesehatan di seluruh dunia pun bekerja keras untuk mencegah penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 2 ribu orang di China dan menewaskan 76 orang itu.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.564 hingga Rp13.680 pada perdagangan Selasa (28/1/2020) esok hari. (*)


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar