Ekonomi

Kebijakan Penggunaan Biodiesel Bawa Harga CPO Kembali Sentuh Rekor

Ilustrasi CPO. (Int)

JAKARTA - Harga crude palm oil (CPO) kembali sentuh level tertinggi. Mengutip Bloomberg, harga CPO naik 1,58 persen ke RM 2.766 dan sentuh level tertinggi. Sementara, dalam sepekan harga CPO juga menguat 0,65 persen.

Analis Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, penguatan harga CPO kali ini karena dipengaruhi sentimen teknikal.

"Penguatan harga CPO secara teknikal membuat Wahyu ragu tren kenaikan harga CPO saat ini akan bertahan lama," katanya.

Wahyu mengamati harga komoditas secara umum masih tertekan akibat kekhawatiran krisis ekonomi global yang mengarah pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, tensi perang dagang AS dan China yang belum pudar juga masih mengancam harga komoditas turun.

Khusus harga CPO, Wahyu menjelaskan terdapat beberapa faktor fundamental yang bisa menekan harga CPO, seperti kelebihan pasokan dan kurangnya permintaan di tengah musim panen. Belum lagi, ancaman Eropa mengenai kampanye hitam atas CPO dan alternatif pengganti CPO. Harga minyak global sedang melemah juga tidak langsung berdampak negatif ke harga CPO.

Namun, di tahun depan harga CPO berpotensi mendapat sentimen positif. Di satu sisi, tren proteksionisme dagang yang dilakukan AS dan China menggiring China akan lebih memilih CPO dari pada minyak kedelai yang diimpor dari AS.

Di tahun depan permintaan CPO bisa meningkat karena didorong ekspansi penggunaan biodiesel di Indonesia dan Malaysia. Rencananya, Indonesia akan menerapkan B30 di Januari 2020.

Wahyu memproyeksikan konsumsi CPO global di tahun ini akan menguat 7,1 persen, sementara di tahun depan menguat 5,1 persen. Sementara, konsumsi CPO di China diproyeksikan naik 20 persen secara tahunan menjadi 6,18 juta ton di 2019.

Pada 2020 konsumsi CPO oleh China bisa naik 5 persen ke 6,49 juta ton. Selain itu, kondisi ekonomi India yang positif juga bisa meningkatkan permintaan CPO di tahun depan.

"Untuk jangka pendek hingga menengah di tahun depan ada harapan harga CPO bisa naik seiring membaiknya permintaan CPO," kata Wahyu.

Di tengah permintaan CPO yang berpotensi naik, harga CPO juga berpotensi naik karena suplai CPO dari Malaysia hanya naik tipis. Produsen CPO Malaysia, FGV Holding mengatakan produksi CPO di tahun depan hanya naik 0,5 persen-1 persen. (*)


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar