Ekonomi

Gapki Minta Pemerintah Segera Implementasi B30

(Int)

JAKARTA - Serapan biodiesel di dalam negeri menunjukkan progres yang positif pada Mei 2019, yaitu mencapai 557 ribu ton atau terkerek 8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sepanjang April serapan biodiesel hanya mencapai 516 ribu ton atau terkikis 2 persen dibandingkan Maret lalu.

Di sisi lain, ekspor minyak sawit Indonesia mulai tergerus akibat dari dampak regulasi beberapa negara tujuan utama ekspor minyak sawit, seperti India, Bangladesh, dan Eropa.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono pun menyarankan Pemerintah Indonesia untuk segera mengakselerasi implementasi B30 setelah uji coba kendaraan selesai dilakukan di Oktober nanti.

"PLN juga semestinya segera merealiasikan penggunaan minyak sawit untuk pembangkit listrik," kata dia dalam keterangannya, Senin (15/7/2019).

Jika program penyerapan dalam negeri dapat berjalan maksimal (B30 sekitar 9 juta ton dan PLN sekitar 3 juta ton), serapan pasar domestik dapat meningkat dan dampak tingginya stok bisa berkurang.

"Pada saat yang sama Indonesia dapat mengurangi impor minyak bumi dan kita tidak perlu bergantung sepenuhnya kepada pasar global, khususnya Eropa. Saat ini juga adalah waktu yang tepat untuk mempercepat program peremajaan kebun sawit atau replanting untuk menjaga keseimbangan stok," tegas Mukti.

Replanting, menurutnya, akan mengurangi produksi untuk beberapa tahun ke depan, sehingga Indonesia bisa memperbaiki produktivitas dan efisiensi dalam jangka panjang.

Dari sisi harga, sepanjang Mei harga CPO CIF Rotterdam bergerak di kisaran US$492,5–US$535 per metrik ton dengan harga rata-rata US$511,9 per metrik ton. Produksi minyak sawit pada April dan Mei pun menunjukkan tren kenaikan, masing-masing mencapai 4,64 juta ton dan Mei 4,73 juta ton.

"Faktor cuaca yang masih baik juga mendorong kenaikan produksi. Sementara stok minyak sawit Indonesia mulai menumpuk. Sampai Mei, stok bertengger di 3,53 juta ton atau naik 11% dibandingkan dengan stok April sebesar 3,18 juta ton," tukasnya. (*)


[Ikuti SawitPlus.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar