MINAS — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Kepolisian Resor Siak melalui Polsek Minas bersama PT Riau Abadi Lestari (PT RAL) Distrik Tapung, salah satu unit usaha APP Group, dan masyarakat Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, berkolaborasi mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto melaui pengembangan tanaman jagung dengan pemanfaatan lahan secara produktif dan tanpa bakar.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penyerahan sarana dan prasarana pendukung pertanian pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di Mapolsek Minas Jl. Yos Sudarso KM.31 Minas Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.
Dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT RAL tersebut meliputi benih jagung, berbagai jenis pupuk, mesin pompa air beserta selang, serta kawat pagar pengaman. Sarana tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas petani sekaligus mendorong praktik pembukaan dan pengelolaan lahan tanpa bakar sebagai bagian dari upaya pencegahan Karhutla.
Pinpinan Polsek Minas AKP Martius Ashairi, SH melalui Panit I Unit Binmas Polsek Minas Bpk. Ipda Suherwanto, SH menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Riau Abadi Lestari Distrik Tapung terhadap program ketahanan pangan melalui kolaborasi bersama kepolisian dan masyarakat, khususnya para petani di Kampung Rantau Bertuah.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Riau Abadi Lestari Distrik Tapung atas pemberian bantuan perlengkapan pertanian jagung yang merupakan kolaborasi Polsek Minas dengan PT Riau Abadi Lestari dan masyarakat, khususnya petani Kampung Rantau Bertuah, untuk menunjang Program Ketahanan Pangan Nasional, khususnya di Kecamatan Minas,” ujar Pimpinan Polsek Minas.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan pertanian produktif sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan melalui praktik pengelolaan lahan tanpa bakar.
Pimpinan Unit PT Riau Abadi Lestari, Rakhmad Kurniawan, mengatakan dukungan perusahaan merupakan bagian dari program CSR sekaligus bentuk sinergi dengan Polsek Minas dan para petani Kampung Rantau Bertuah.
“Melalui CSR perusahaan, kami mendukung Program Nasional Ketahanan Pangan yang dicanangkan Bapak Presiden RI, termasuk melalui pembukaan lahan tanpa bakar. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian nyata melalui kolaborasi antara PT Riau Abadi Lestari, Polsek Minas dan petani Kampung Rantau Bertuah,” ujar Rakhmad Kurniawan.
Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan budidaya tanaman jagung dan mendukung keberhasilan program di lapangan.
“Semoga dengan adanya bantuan sarana dan prasarana ini dapat memberikan manfaat dan menunjang keberhasilan program ketahanan pangan serta pencegahan Karhutla,” tambahnya.
Sementara itu, Anelius Zendrato, selaku Humas PT Riau Abadi Lestari Distrik Tapung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan melalui kolaborasi bersama Polsek Minas dan petani Kampung Rantau Bertuah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan. Melalui kolaborasi antara PT Riau Abadi Lestari, Polsek Minas dan petani Kampung Rantau Bertuah, kami memberikan bantuan sarana dan prasarana ketahanan pangan melalui CSR perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujar Anelius Zendrato.
Ia berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan budidaya jagung dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga dengan adanya bantuan sarana dan prasarana ini dapat menunjang dan mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh,” tambahnya.
Selain mendorong produktivitas pertanian, kegiatan ini juga membawa pesan penting mengenai pengelolaan lahan secara bertanggung jawab. Pembukaan lahan tanpa bakar menjadi bagian dari kegiatan yang didorong dalam kolaborasi tersebut sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kebakaran akibat aktivitas pembukaan lahan.
Melalui praktik pengelolaan lahan tanpa bakar, masyarakat didorong untuk tetap dapat memanfaatkan lahan secara produktif tanpa menggunakan api dalam proses pembukaannya. (Lin)