Apical Dukung Produktivitas Peternak Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

Apical Dukung Produktivitas Peternak Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

DUMAI - Apical melalui PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) terus mendorong produktivitas dan kemandirian peternak binaan di Dumai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan bungkil inti sawit atau palm kernel expeller (PKE) sebagai pakan tambahan untuk ternak kambing.

PKE merupakan produk samping dari proses pengolahan inti kelapa sawit yang memiliki kandungan nutrisi dan serat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Melalui program pendampingan usaha peternakan, PKE diberikan kepada dua kelompok peternak kambing binaan yang melibatkan 24 keluarga di sekitar wilayah operasional PT SDS.

Pemanfaatan PKE tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengelolaan ternak sekaligus mengembangkan usaha peternakan masyarakat agar semakin produktif dan mandiri.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan usaha peternakan tidak hanya membantu meningkatkan aset produktif kelompok, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi keluarga anggota.

“Kami ingin agar sumber daya yang tersedia dari kegiatan operasional juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui pendampingan ini, PKE dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan yang dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga anggota kelompok,” ujar Agus Wiastono, CSR Manager Apical, Rabu (9/9/2026).

Sebelum diberikan kepada kambing, PKE terlebih dahulu melalui proses fermentasi. Proses tersebut dilakukan untuk membantu melunakkan tekstur dan mengurai serat kompleks sehingga pakan lebih mudah dikonsumsi dan dicerna oleh ternak.

Menurut Agus, fermentasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pemanfaatan PKE sebagai pakan tambahan. Selain membantu meningkatkan palatabilitas, proses tersebut membuat PKE lebih mudah dikonsumsi kambing ketika diberikan bersama hijauan.

Dukungan PT SDS diberikan kepada dua kelompok peternak binaan yang berada di RT 5, 6, dan 7. Selain bantuan pakan tambahan, pendampingan diarahkan pada pengembangan usaha peternakan sebagai kegiatan produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok.

Salah satunya adalah Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan yang beranggotakan 10 keluarga. Kelompok ini memiliki 112 ekor kambing dengan nilai aset sekitar Rp214,85 juta. Sepanjang Januari–Agustus 2026, kelompok tersebut telah menjual 32 ekor kambing senilai Rp86,4 juta.

Selain peternakan, Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan juga mengembangkan kegiatan simpan pinjam dengan nilai sekitar Rp54 juta sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian anggotanya.

Lina, Ketua Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan, mengatakan hasil dari usaha peternakan telah memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarganya, termasuk untuk pendidikan anak.

“Hasil penjualan ternak sangat membantu keluarga, salah satunya untuk membiayai pendidikan anak hingga menyelesaikan jenjang S1,” ujarnya.

Sementara itu, Kelompok Sukabumi yang beranggotakan 14 keluarga memiliki 160 ekor kambing dengan nilai aset sekitar Rp286,75 juta. Pada periode yang sama, kelompok tersebut mencatat penjualan 34 ekor kambing dengan nilai Rp91,8 juta.

M. Nasir, salah satu anggota Kelompok Sukabumi, mengatakan bantuan PKE diterima kelompok secara berkala untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Bantuan PKE kami terima secara berkala, sekitar setiap satu setengah bulan, dengan total sekitar 2,3 ton,” katanya.

Perkembangan kedua kelompok menunjukkan bahwa usaha peternakan dapat menjadi salah satu kegiatan produktif masyarakat yang tidak hanya membangun aset, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi keluarga.

Ke depan, Apical melalui PT SDS akan melanjutkan pendampingan dengan fokus pada peningkatan produktivitas ternak, pengelolaan usaha, serta penguatan kemandirian kelompok. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan peternakan terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga anggota kelompok. (*)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index