PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pendataan dan pengawasan terhadap objek pajak daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan turun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi potensi pajak baru yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Pekanbaru.

Bapenda Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan pendataan objek pajak potensial di sejumlah lokasi usaha yang tersebar di berbagai wilayah kota, Senin (23/3/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas basis data perpajakan sekaligus memastikan seluruh potensi penerimaan daerah dapat teridentifikasi dengan baik.
Pendataan dilakukan di tengah pertumbuhan berbagai sektor usaha yang cukup pesat, khususnya usaha jasa layanan tertentu serta bisnis food and beverage (F&B) yang terus berkembang di Kota Pekanbaru. Meningkatnya jumlah pelaku usaha dan tingginya aktivitas ekonomi menjadi potensi yang dinilai perlu didata secara optimal guna mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi Kepala Bidang Pajak Daerah II Ari Suprianto, Kepala Bidang Pengendalian Pajak Daerah Ismu Vebrian Arioka, serta jajaran petugas dari Bapenda Kota Pekanbaru.
Tim melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi usaha yang berada di ruas-ruas jalan protokol Kota Pekanbaru. Berbagai jenis usaha menjadi sasaran pendataan, mulai dari coffee shop, restoran, hotel, homestay, tempat pencucian kendaraan (carwash), hingga sejumlah usaha lainnya yang dinilai memiliki potensi kontribusi terhadap penerimaan pajak daerah.
Menurut Denny, kegiatan tersebut difokuskan pada usaha-usaha yang mengalami peningkatan aktivitas selama bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum yang tepat untuk melihat perkembangan usaha secara langsung sekaligus memastikan data objek pajak yang dimiliki pemerintah daerah tetap sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
"Kami meninjau langsung objek pajak tertentu untuk mengidentifikasi potensi pajak baru yang belum terdata. Ini dalam upaya peningkatan PAD," kata Denny.
Ia menjelaskan bahwa pendataan lapangan merupakan langkah penting dalam pengelolaan perpajakan daerah. Dengan turun langsung ke lokasi usaha, petugas dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai aktivitas usaha, perkembangan bisnis, serta potensi pajak yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Selain melakukan pendataan terhadap objek pajak baru, tim Bapenda juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para wajib pajak yang telah terdaftar. Petugas mengingatkan pentingnya pelaporan dan pembayaran pajak sesuai kondisi usaha yang sebenarnya agar sistem perpajakan daerah dapat berjalan secara adil dan transparan.
Menurut Denny, kepatuhan wajib pajak menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, pihaknya terus mengimbau para pelaku usaha agar menjalankan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku dan berdasarkan kondisi usaha yang sebenarnya.
Tidak hanya melakukan verifikasi data, petugas juga berdialog langsung dengan sejumlah pelaku usaha guna mendapatkan informasi mengenai perkembangan usaha mereka selama Ramadan. Meningkatnya aktivitas masyarakat pada bulan suci tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha, khususnya kuliner dan jasa.
Denny berharap peningkatan aktivitas ekonomi yang terjadi selama Ramadan juga diikuti dengan meningkatnya kontribusi sektor usaha terhadap penerimaan pajak daerah. Menurutnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat dan pelaku usaha memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.
Ia menegaskan bahwa manfaat pajak dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Pekanbaru.
"Karena pajak yang dibayarkan oleh pelaku usaha maupun masyarakat itu sangat mendukung terhadap pembangunan Kota Pekanbaru ini. Bukti nyatanya jalan-jalan sudah banyak yang diperbaiki sekarang. Itu dari pajak yang dibayarkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Denny menuturkan bahwa pendataan objek pajak potensial akan terus dilakukan secara berkala di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bapenda dalam menjaga validitas data perpajakan sekaligus menggali berbagai potensi penerimaan baru yang muncul seiring perkembangan ekonomi daerah.
Selain sektor kuliner yang berkembang pesat, Bapenda juga memberikan perhatian terhadap sektor perhotelan, penginapan, jasa layanan, serta berbagai jenis usaha lain yang memiliki peluang memberikan kontribusi terhadap PAD. Dengan basis data yang semakin lengkap dan akurat, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan pajak secara lebih efektif.
Melalui kegiatan pendataan ini, Bapenda Kota Pekanbaru berharap seluruh objek pajak yang berpotensi dapat teridentifikasi dengan baik, sehingga target penerimaan daerah dapat tercapai. Optimalisasi pajak daerah tersebut pada akhirnya akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan Kota Pekanbaru yang lebih maju, tertata, dan berkelanjutan.(Lin)
