RS Awal Bros Berhasil Lakukan Bedah Epilepsi pada Pasien Anak

RS Awal Bros Berhasil Lakukan Bedah Epilepsi pada Pasien Anak

PEKANBARU - Tim dokter spesialis RS Awal Bros Group berhasil melakukan tindakan bedah epilepsi pada seorang anak berusia 8 tahun yang telah mengalami epilepsi sejak usia 2 tahun. Keberhasilan penanganan ini menjadi bukti nyata kapabilitas Awal Bros Neuroscience Center dalam menangani kasus epilepsi refraktoris pada populasi pediatri di Pekanbaru dan Batam

Pasien telah menjalani terapi obat-obatan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dievaluasi sebagai kandidat tindakan bedah. Keputusan untuk melakukan intervensi bedah diambil setelah pasien dinyatakan tidak memberikan respons yang memadai terhadap pengobatan farmakologis, atau yang dalam terminologi medis dikenal sebagai drug-resistant epilepsy.

Group Head Pelayanan Medis RS Awal Bros Group, dr. Ryan Mutiara Machyar, MKK, menyebut keberhasilan ini sebagai cerminan komitmen institusi dalam menyediakan layanan neurologis subspesialis yang selama ini sulit diakses di luar Jakarta.

“Kami ingin masyarakat Riau dan Kepulauan Riau tahu bahwa kapabilitas untuk menangani kasus epilepsi kompleks, termasuk pada anak, sudah ada di sini. Tidak perlu jauh-jauh. Ini adalah hasil kerja tim yang solid, dari evaluasi pra-bedah sampai tindakan operasinya,” ujar dr. Ryan.

Tindakan bedah ini melibatkan dr. Ismet, Sp.A, dokter spesialis anak dengan fellowship neurologi anak, yang menangani evaluasi klinis dan pengelolaan pasien dari sisi pediatri; serta Prof. dr. Zainal Muttaqin, Sp.BS(K), Ph.D, dokter spesialis bedah saraf subspesialis neurofungsional, dan dr Jeremia P Pardede, Dokter Spesialis Bedah Saraf yang melaksanakan prosedur operasinya .

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Pada sebagian besar pasien, kejang dapat dikontrol dengan obat antiepilepsi. Namun sekitar 30 persen penderita epilepsi tidak merespons terapi farmakologis secara memadai. Pada kelompok inilah evaluasi bedah menjadi relevan secara klinis.

Pada pasien anak, pertimbangan waktu menjadi sangat kritis. Otak anak berada dalam fase perkembangan yang dinamis, dan kejang yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat mengganggu tumbuh kembang kognitif, kemampuan belajar, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa intervensi bedah pada epilepsi anak yang dilakukan lebih awal berpotensi memberikan outcome yang lebih baik, karena plastisitas otak anak yang lebih tinggi dibanding otak dewasa.

Dalam kasus ini, pasien telah mengalami epilepsi selama enam tahun sebelum tindakan bedah dilakukan. Meski demikian, rentang waktu tersebut masih jauh lebih singkat dibanding rata-rata keterlambatan penanganan bedah epilepsi di negara berkembang yang kerap mencapai belasan tahun, sebagian besar akibat kurangnya akses terhadap tenaga subspesialis dan fasilitas evaluasi pra-bedah yang memadai.

Awal Bros Neuroscience Center

Keberhasilan tindakan ini merupakan bagian dari layanan komprehensif Awal Bros Neuroscience Center, meliputi layanan neurologi dan bedah saraf RS Awal Bros Group yang mencakup diagnostik dan penanganan stroke, tumor otak, gangguan saraf perifer, hingga epilepsi refraktoris serta rehabilitasi pasca tindakan pada anak dan dewasa.

Dengan kehadiran dokter spesialis anak fellowship neurologi anak, dokter spesialis saraf, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis radiologi dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dalam satu ekosistem layanan, didukung dengan modalitas diagnostik MRI 1,5 Tesla, EEG Long Term, Teknik Operasi Bedah Saraf, CUSHA, TMS dan Robotic Rehabilitasi RS Awal Bros Group memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan neurologi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai kondisi epilepsi atau gangguan saraf lainnya dapat menghubungi RS Awal Bros melalui call center 1500088, aplikasi Halo Awal Bros (tersedia di Google Play dan App Store), atau mengunjungi awalbros.com.(rls)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index