Astra Agro Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Dorong Sinergi dan Kesiapsiagaan di Riau

Astra Agro Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Dorong Sinergi dan Kesiapsiagaan di Riau

PEKANBARU — PT Astra Agro Lestari Tbk melalui unit usahanya di Provinsi Riau menegaskan komitmen Kebijakan Keberlanjutan yang memuat prinsip no burning dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui partisipasi aktif dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla yang digelar di Pekanbaru (25/04). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor di tengah meningkatnya risiko kebakaran pada tahun 2026.

Saat Apel Siaga di Riau pada Sabtu(25/4/2026), Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan bahwa ancaman karhutla pada tahun ini perlu diwaspadai secara serius. Musim kemarau panjang yang diproyeksikan terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino, serta penurunan curah hujan yang signifikan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran. Oleh sebab itu, Hanif mengajak seluruh lapisan masyarakat waspada terhadap risiko karhutla terutama di Riau dengan lahan gambut yang luas.

“Curah hujan yang rendah dan kondisi gambut yang sangat rentan, membuat potensi kekeringan akan meningkat signifikan. Riau menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terlebih dengan luas gambut yang mencapai hampir separuh dari total daratan serta keberadaan lebih dari 13.000 kilometer kanal,” ujar Hanif saat Apel Siaga di Riau pada Sabtu(25/4/2026).


Menanggapi kondisi tersebut, Astra Agro menempatkan pengelolaan lahan gambut sebagai salah satu fokus strategi pencegahan karhutla. Ekosistem gambut yang rentan terhadap perubahan iklim dikelola melalui pendekatan terintegrasi untuk menjaga kestabilan hidrologi dan meminimalkan risiko kebakaran, sekaligus sebagai bagian dari mitigasi risiko operasional jangka panjang.

Vice President Corporate Communication Astra Agro, Mochamad Husni menjelaskan, sejak tahun 2015, Astra Agro tidak melakukan pembukaan lahan baru, baik di lahan gambut maupun lahan mineral. Pengelolaan gambut dilakukan melalui sistem pemantauan teknis, termasuk pengukuran Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) menggunakan dipwell dan peil scale, pemantauan curah hujan, serta pengukuran subsidensi sesuai ketentuan yang berlaku. Infrastruktur tata air seperti sekat kanal dan bangunan air juga terus dipelihara untuk memastikan keseimbangan hidrologi sepanjang tahun.

“Hasil pemantauan menunjukkan kondisi TMAT di area operasional berada dalam kategori baik. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga fungsi ekologis gambut secara berkelanjutan,” ujar Husni.

Selain pengelolaan gambut, Astra Agro memastikan seluruh entitasnya berada dalam kondisi siaga melalui penguatan sistem pencegahan yang terstruktur. Perusahaan secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran untuk memastikan kesiapan operasional tetap optimal, serta menerapkan kebijakan zero burning secara konsisten di seluruh lini operasional dan rantai pasok.

Upaya ini diperkuat dengan optimalisasi infrastruktur pencegahan seperti menara pantau, embung air, serta patroli terpadu dan pemantauan hotspot berbasis teknologi guna meningkatkan kecepatan deteksi dan respons. Kesiapan tersebut didukung oleh tim fire brigade yang terlatih dan pelaksanaan simulasi penanganan karhutla secara berkala.

Sebagai bagian dari pendekatan berbasis risiko, Astra Agro juga melakukan in-depth assessment pada enam distrik rawan kebakaran dengan mempertimbangkan aspek lanskap, sosial, dan historis hotspot. Perusahaan turut mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui patroli terpadu, penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan terhadap program pemerintah seperti Rencana Aksi Daerah Siak Hijau dan Klaster Pelalawan.

Dengan penguatan pengelolaan gambut, kesiapsiagaan operasional, serta kolaborasi multipihak, Astra Agro menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menekan risiko karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.(lin)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index