PEKANBARU - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir) gelar kegiatan Dialog Sawit Memperkuat Inti Plasma. Dalam gelaran tersebut juga dilakukan bedah buku "Setiyono".

Selain petani, gelaran yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (1/7) itu dihadiri sejumlah asosiasi pengusaha kelapa sawit. Seperti Gapki, Samade, hingga sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti PTPN IV PalmCo dan sebagainya.
Ketua DPD I Aspekpir Riau, Sutoyo menjelaskan gelaran tersebut merupakan wadah komunikasi petani sawit yang diharapkan menghasilkan terobosan- terobosan bau untuk mendukung tata niaga perkebunan sawit, terutama di Riau.
"Ini kita harapkan dapat memberikan motivasi dan solusi dalam permasalahan kelapa sawit," ujarnya saat memberikan sambutan dalam gelaran tersebut.

Sementara selain dialog mengenai industri sawit, pihaknya juga melakukan bedah buku "Setiyono" yang mengusung tema Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi". Bedah buku ini dalam rangka mengulas dan mengenang kembali sejarah keberhasilan petani dan kebun kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning.
"Riau ini memiliki penempatan transmigrasi terbesar dengan usaha industri kelapa sawit terluas di Indonesia. Sehingga juga menjadi pusat perjuangan petani dalam membangun sistem perkebunan kelapa sawit hingga mengantarkan petani lebih sejahtera," paparnya.
Ia berharap, buku Setiyono yang ditulis oleh Tularji AM dapat menumbuhkan inspirasi untuk petani untuk lebih mengembangkan perkebunan kelapa sawit.
Sementara, Ketua Umum Aspek-Pir Setiyono mengatakan buku Setiyono bukan hanya menceritakan mengenai kehidupan pribadinya, namun kumpulan dokumentasi perjuangan petani dalam berkebun kelapa sawit.
"Kita setuju ini untuk motivasi dan menambah inspirasi untuk petani sawit," ujarnya.
Dalam buku tersebut kata Setiyono, menceritakan tentang keberhasilan pola kemitraan yang terjalin selama ini. Sehingga kesejahteraan jutaan petani kelapa sawit Aspek-Pir dapat meningkat hingga saat ini.
"Harapan kita pertemuan ini menghasilkan beberapa gagasan, menghasilkan solusi tata kelola kelapa sawit khususnya di Riau," singkatnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mengungkapkan kelapa sawit merupakan komoditi strategis nasional yang memiliki peranan penting dalam devisa negara. Kemudian juga menghadirkan lapangan kerja, hingga memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun perkebunan kelapa sawit ini bukan tanpa perjuangan, dan saat ini industri kelapa sawit adalah hasil dari perjalanan panjang sejak hadirnya program pemerintah salah satunya pola pir yang lahir 1986.
"Kita apresiasi gelaran dialog ini. Kuta berharap dialog ini melahirkan terobosan - terobosan baru untuk mendukung perkembangan perkebunan kelapa sawit," bebernya.
Terkait Buku Setiyono, Supriadi mengatakan bahwa buku ini merupakan sebuah jejak perjuangan petani kelapa sawit PIR. "Kita berharap buku ini menjadi pemantik semangat untuk generasi muda dan petani kelapa sawit di Riau," tutupnya sembari membuka gelaran dialog dan bedah buku Setiyono.(Lin)