PT PPP Minamas Plantation Gelar Trauma Healing Anak di Aceh Tamiang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:36:56 WIB

ACEH TAMIANG — Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Padang Palma Permai (PT PPP) yang merupakan terdampak Banjir Bandang di Kab.Tamiang, bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) Jakarta, menyelenggarakan program trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini difokuskan pada pemulihan psikososial anak pascabencana sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan di wilayah terdampak. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar, menyusul tidak dapat digunakannya sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.

Kegiatan trauma healing_ dilaksanakan selama lima hari dan diikuti oleh 178 anak, yang tersebar di tiga lokasi pelaksanaan, yakni Bukit Meja, Batang Ara, dan Pondok Anggrung. Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk membantu pemulihan emosi, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan semangat belajar.

Area Controller Aceh PT Padang Palma Permai, MS Pasaribu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, khususnya kelompok rentan pascabencana.

“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan fisik. Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, memulihkan kepercayaan diri, dan kembali tersenyum. Melalui program trauma healing ini, kami berharap anak-anak Aceh Tamiang dapat kembali menjalani proses tumbuh kembang dan pendidikan dengan lebih baik,” ujar MS Pasaribu.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Supiyanto, saat menerima kunjungan CSR Manager PT PPP, Agustiono. Menurutnya, dukungan pemulihan psikososial menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di masa pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Regional CEO Riau Utara dan Aceh Minamas Plantation, Tomi Parakesit, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek fisik sekaligus mental dan emosional.

“Anak-anak adalah kelompok paling rentan sekaligus penentu masa depan. Dalam situasi pascabencana, memastikan mereka pulih secara psikologis dan tetap terhubung dengan proses belajar merupakan tanggung jawab bersama. Kami percaya, pemulihan psikososial yang tepat akan membantu anak-anak bangkit lebih kuat dan kembali menatap masa depan dengan optimisme,” ujarnya.

Dampak positif kegiatan ini turut dirasakan langsung oleh para orang tua. Santi, salah seorang orang tua peserta, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut.

“Setelah banjir, anak saya sering terlihat murung dan bosan karena tidak sekolah. Setelah ikut kegiatan ini, dia jadi lebih ceria dan semangat lagi. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan berterima kasih karena anak-anak diperhatikan, bukan hanya fisiknya tapi juga perasaannya,” tuturnya.

Selain program _trauma healing_, Minamas Plantation melalui PT PPP juga menyalurkan bantuan alat tulis dan buku sekolah kepada sejumlah sekolah terdampak di sekitar wilayah operasional perusahaan guna mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar, bantuan sembako untuk masyarakat sekitar terus diberikan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Minamas Plantation menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program kepedulian yang berorientasi pada pemulihan berkelanjutan, penguatan pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.(lin)

Terkini