Presiden Joko Widodo Serahkan Dana Peremajaan kepada Petani Sawit Subur

Presiden Joko Widodo Serahkan Dana Peremajaan kepada Petani Sawit Subur
ROKAN HILIR  – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyerahkan secara simbolis paket Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kepada petani plasma binaan Asian Agri yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Subur (9/5/2018), sekaligus menandai dimulainya program peremajaan kebun kelapa sawit milik petani di Rokan Hilir, Provinsi Riau. KUD Sawit Subur binaan Asian Agri diwakili oleh Ketua KUD, Bambang H. Sutjipto menerima secara langsung penyerahan simbolis paket Perkebunan Sawit Rakyat yang terdiri dari dana peremajaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) per hektar untuk meremajakan kebun kelapa sawit seluas 492 hektar serta bibit kelapa sawit. Direktur Sustainability dan Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard Riedo mengatakan bahwa bantuan pembiayaan peremajaan kebun kelapa sawit  akan mendukung keberlanjutan industri  sawit  sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan program peremajaan kelapa sawit ini,” ujar Bernard. Ketua KUD Sawit Subur, Bambang H.S. menuturkan bantuan pendanaan yang diterima memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap keberlangsungan program peremajaan kebun petani. “Saya mewakili anggota KUD Sawit Subur mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dana yang diberikan kepada kami. Bantuan ini membuat kami semakin yakin dengan keputusan untuk meremajakan kebun kelapa sawit kami yang kini sudah memasuki usia tua dan tidak lagi produktif,” ujar Bambang. KUD  Sawit  Subur  bermitra  dengan Asian  Agri  sejak  tahun 1991.  Berlokasi  di  Kecamatan  Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, KUD Sawit Subur saat ini beranggotakan 454 KK yang mengelola. 908 hektar kebun kelapa sawit. Selain bermitra dalam mengelola kebun kelapa sawit, para petani juga turut dibekali mata pencaharian alternatif salah satunya melalui beternak. “Kekhawatiran berkurangnya pendapatan yang umumnya dialami rekan-rekan petani saat meremajakan kebun dapat kami antisipasi salah satunya berkat hasil dari ekonomi alternatif melalui peternakan sapi dan kambing yang turut dibina oleh Asian Agri dengan kami,” ujar Bambang. Sekilas Mengenai Asian Agri: Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang. Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani. Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktifitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca. Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau dan Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. (rls)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index