WWF Akui Kelapa Sawit Entas Kemiskinan

WWF Akui Kelapa Sawit Entas Kemiskinan
JAKARTA-WWF juga menjadi peyelenggara  International Conference on Oil Palm and Enviropment (ICOPE 2018). Menurutnya, ICOPEC akan menjadi sebuah ajang yang powerfull, karena semua pemangku kepentingan terlibat untuk membicarakan solusi. “Sekarang sudah tidak saatnya untuk bicara soal larangan dan larangan, tapi sebaiknya duduk bersama dan mencari solusi sehingga menghasilkan argumen yang teruji,” kata Aditya Bayunanda Director Policy, Sustainability and Transformasion WWF Indonesia. “Kita tidak bisa melihat perkebunan ini secara negatif saja, namun harus kita proteksi. Karena sejujurnya bahwa impactnya positif, karena palm oil ini juga mengatasi kemiskinan. Ini momentu untuk menjawab semua tuduhan miring dan mencari solusinya,” tambah Aditya. Dia juga menambahkan, dengan bergabungnya WWF,  bukan berarti ‘WWF terbeli’, “Kami tetap akan kritis,  kami justru mendorong tersedianya plaform inovasi sehingga keberlanjutan sawit ramah lingkungan ini bisa terjadi,” tambahnya. Sedangkan President Director PT SMART Tbk, Daud Dharsono mengatakan bahwa ICOPE akan memberikan kepada stakeholder sawit solusi bersama untuk industri kelapa sawit yang berkelanjutan. “Konferensi ini amat penting, sehingga industri ini nantinya bisa berkelanjutan,” katanya. Ia kemudian memberikan contoh bagaimana pemanfaatan burung hantu di lahan sawit untuk mengendalikan tikus. ICOPE 2018 yang digelar di The Westin Resort, Nusa Dua Bali 25-27 April ini diselenggarakan oleh tiga organisasi dengan latar belakang industri yang berbeda, yaitu WWF Indonesia, CIRAD dan Sinar Mas Agribussines and Food. Sebelumnya konferensi semacam ini sudah sukses dilakukan tahun 2007 dan 2016. Konferensi ini juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pertyanian, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Menteri Agraria dan Tata Ruang. Pembicara konferensi tahun ini berasal dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika, Swiss, Nigeria, Malaysia, Finlandia, Austria, Inggris, Denmark, Columbia, Belanda dan Taiwan. Beberapa nama yang akan mengisi konferensi ini diantaranya adalah; Pascale Bonzom (UNDP Panama), Lenaic Pardon (Prancis), Dato Makhdhir Mardan (CPOPC malaysia), James Fry (LMC Internatioonal), Michael Bucki (Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Andreas Feig (ISCC), Tiur Rumondang (RSPO Indonesia) dan masih banyak lagi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index