Minyak Sawit Tumpah, 10 Pantai Hong Kong Ditutup

Minyak Sawit Tumpah, 10 Pantai Hong Kong Ditutup
Kapal pengangkut minyak sawit mentah (crude palm oil) mengalami kecelakaan di perairan Hong Kong. Akibat itu, minyak sawit ini tumpah dan meluber di berbagai pantai. Untuk menjaga agar luberan itu tidak mencelakakan satwa dan manusia, maka sebelum dibersihkan, Hong Kong menutup 10 pantainya. Pantai yang ditutup sementara itu adalah Pantai Hung Shing Yeh, Lo So Shing di Pulau Lamma, Pui O di Pulau Lantau, Tong Fuk, Upper dan Lower Cheung Sha Beach, serta pantai di Teluk Repulse, Middle Bay, South Bay dan Chung Hom Kok. Dalam gambar terlihat buih berwarna putih menggumpal terapung di atas perairan. Buih itu bercampur sampah-sampah lain. Kondisi ini membuat penduduk khawatir bakal terdampak atas polusi dan sampahnya. Menurut penduduk setempat, mereka belum pernah tahu tumpahan minyak kelapa sawit. Namun kata mereka, bentuknya itu aneh, seperti gumpalan minyak yang beku. “Baru kali ini melihat minyak seperti itu. Dan baunya tengik,” kata penduduk Pulau Lamma kepada South China Morning Post, Senin (7/8/2017).   Selain menutup enam pantai, pemerintah juga memasang bendera peringatan saat buih putih berminyak itu terlihat di perairan dan pasir di pulau-pulau terpencil di Hong Kong bagian selatan. Benda-benda itu terlihat mulai Minggu pagi, 6 Agustus. Empat pantai lainnya di pesisir selatan Pulau Hong Kong juga ditutup ketika para pekerja menemukan zat putih dan granular. Hong Kong adalah kepulauan, yang terdiri lebih dari 200 pulau. Banyak pantainya terkenal sebagai destinasi wisata untuk rakyat Hong Kong dan manca negara. Sedang darimanakah minyak sawit yang tumpah itu? Menurut keterangan dari Kementerian Kelautan setempat, kapal pembawa minyak sawit itu mengalami kecelakaan saat memasuki Sungai Pearl pada Kamis 3 Agustus. Kini Pemerintah Hong Kong sedang berupaya membersihkan tumpahan minyak sawit itu. Mereka khawatir, tumpahan itu akan berbahaya bagi kelangsungan hidup terumbu karang dan spesies laut lainnya. jss

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index