LSM Belanda Puji Praktek Sawit Berkelanjutan Indonesia

Jumat, 03 Agustus 2018

DURI-Lembaga Swadaya Masyarakat (Non-Governement Organization/NGO) Belanda memuji praktek sawit yang diberlakukan di Indonesia. Itu karena semua sudah dijalankan sesuai dengan kaidah yang seharusnya.

Itu dikatakan Ms Janneke Bosman dari Organisasi CNV dari Belanda. Dia hadir di Duri, Povinsi Riau saat peluncuran ‘Best Practice on Palm Oil. Dalam acara ini juga diutarkan tentang kehidupan petani sawit di kebun, dan bagaimana mereka harus berserikat untuk menaikkan nilai tawar dengan perusahaan.

Dalam kesempatan itu Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat, Mukti Sarjono hadir. Begitu juga dengan Ketua GAPKI Cabang Riau, Saut Sihombing, dan Sekretaris GAPKI Riau, Marianto.

Saat peluncuran Best Practice on Palm Oil di Duri Riau itu LSM Belanda, CNV itu melihat di lapangan. Bagaimana perkebunan kelapa sawit dikelola, dan melihat bagaimana pekebun melakukan panen dan pengangkutan ke pabrik. Ms Janneke Bosman kagum melihat praktek yang ada dalam kebun.

Menurutnya, apa yang terjadi di kebun sudah sesuai dengan kaidah yang disyaratkan. “Praktek para pemangku kepentingan kelapa sawit itu sudah sesuai dengan kaedah-kaedah yang seharusnya dilakukan,” katanya.

Marianto, Sekretaris GAPKI Riau mengatakan, bahwa seluruh anggota GAPKI memang sudah menjalankan sesuai aturan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, dan juga ketentuan PBB tentang asas keberlanjutan. “Tapi ya itulah mas, masih ada saja yang melihatnya dari sisi yang berbeda,” ujarnya pada Sawitplus.co. jss