Getah Pinus Tunjang Ekonomi Rakyat Desa Sibaganding

Getah Pinus Tunjang Ekonomi Rakyat Desa Sibaganding
Tapanuli Utara-Perekonomian masyarakat Desa Sibaganding dengan mayoritas Suku Batak merasa terbantu dengan pekerjaan sebagai penderes pohon pinus. Harga getah pohon pinus 1 kg Rp 11 ribu. Harga ini lebih mahal dari harga getah pohon karet di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). "Untuk menghasilkan getah dari pohon pinus itu dengan cara menderes pohonnya seminggu sekali supaya getah yang didapat berkualitas. Cara pekerjaanya hampir sama dengan menderes getah pohon karet. Cuma pohon karet yang dideres itu kulitnya, sedangkan getah pohon pinus getah yang keluar dari pohonnya sehinga pohon pinus itu menjadi berlobang karena yang dideres adalah pohon itu sendiri dengan cara dikuak,” kata Roy Pasaribu, warga Desa Sibaganding, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara. Menurut Roy Pasaribu, penderes getah pinus, pekerjaan menderes getah pohon pinus sangat diminati masyarakat Desa Sibaganding. Kesukaan itu dimulai dari tahun 2015 yang lalu. Sebab harga getah pinus lebih mahal ketimbang getah karet. Penampung untuk getah pohon pinus juga terdapat di desa ini. Ada toke dari daerah setempat, juga ada waarga negara lain, India. Mereka membeli getah pinus yang dihasilkan arga sekitar. Getah pohon pinus yang harganya mahal, membuat warga bergairah. Sebelumnya, masyarakat sekitar hanya bekerja sebagai petani yang menanam padi di sawah, cabe, jagung, sayuran, dan kopi. "Sekarang ini untuk sementara waktu kegiatan sehari hari sebagai petani kebun maupun sawah dialihkan untuk bekerja sebagai penderes getah pohon pinus,” tambah Roy. Penghasilan dari menderes getah pohon pinus bisa mencapai RP 1 juta seminggu. Per bulan penghasilan masyarakat setempat mencapi Rp 4 juta. Hasil ini sangat jauh ketimbang penghasilan mereka sebagai petani. Masyarakat berharap toke getah pohon pinus maupun penampung yang berasal dari India tetap menstabilkan harga. Sebab di balik prospek getah pinus, merasa masih khawatir, jangan-jangan nasibnya nanti sama dengan getah karet yang harganya jatuh. "Harapan kami penampung getah pohon pinus ini tetap berlanjut dan tidak ada putusnya. Karena masyarakat sudah bergantung kehidupannya dengan bekerja sebagai penderes pohon pinus,” tambahnya. Hamdan

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index