Surya Paloh Usulkan Ambang Batas Parlemen 7 Persen

Senin, 27 Januari 2020

Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. (Int)

JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mendukung kenaikan parliamentary threshold (PT/ambang batas parlemen) menjadi 7 persen. Selain NasDem, ada PKS dan PDIP yang usulkan ambang batas parlemen 5 persen serta Golkar ingin 7,5 persen.

Menurut Paloh, kenaikan ambang batas tersebut otomatis akan menyaring partai politik yang berkualitas di Indonesia.

"Jelas bagi NasDem sejak awal Pemilu awal diikuti sepakat ambang batas Parliamentary Threshold minimal 7 persen. Artinya usulan NasDem pada perubahan batas minimum perubahan harus ditingkatkan dari 4 persen menjadi 7 persen," ujar Paloh, Senin (27/1/2020).

"Upaya penyederhanaan partai politik itu baik. Upaya penyederhanaan parpol yang pernah terjadi di negeri ini bagus sekali," tambah dia.

Paloh mengungkapkan NasDem telah mengusulkan peningkatan ambang batas parlemen minimal 7 persen sejak usai Pemilu 2014. Dia yakin, penyaringan tersebut mampu menghasilkan partai berkualitas dalam manajemen institusi.

"Sehingga menghasilkan nilai kualitatif yang lebih berarti dalam memperjuangkan ideologi dan visi misi partai politik," ungkap dia.

"Tapi kalau memang fungsi peran dan tugas parlemen memperkuat UU, ya PT 7 persenlah," tegas dia.

Berbeda dengan NasDem, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) diturunkan, bahkan dihapus.

"Ambang batas parlemen sudah semestinya diturunkan, atau bahkan dihapuskan. Sehingga, partai-partai yang ada tetap bisa mengirimkan perwakilannya ke parlemen," ujar Saleh, Selasa (14/1/2020). (*)