KADIN dan Bea Cukai Buka Jalan UMKM Dumai Tembus Pasar Ekspor

Rabu, 30 September 2026 | 09:32:41 WIB

DUMAI – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai bersama Bea Cukai Dumai membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor melalui Pelabuhan Dumai.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memudahkan UMKM mengirim produk ke pasar internasional secara bertahap.

Upaya itu dibahas dalam pertemuan Ketua KADIN Kota Dumai Zulfan Ismaini bersama jajaran pengurus KADIN dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, Selasa, 29 September 2026.

Sejumlah skema disiapkan untuk memperkuat kegiatan ekspor sekaligus memperluas akses UMKM terhadap pasar internasional.

Salah satu konsep yang didorong adalah kontainer konsolidasi. Melalui skema ini, produk dari sejumlah UMKM dapat dikirim secara bersama-sama dalam satu kontainer.

Dengan demikian, pelaku usaha tidak harus menunggu memiliki volume barang dalam jumlah besar untuk memulai ekspor.

Ketua KADIN Kota Dumai Zulfan Ismaini mengatakan, dukungan terhadap kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Dumai menjadi salah satu fokus pembahasan bersama Bea Cukai.

“Kami sudah berdiskusi bersama Bea Cukai dalam rangka memperkuat dukungan terhadap kegiatan ekspor dari Pelabuhan Dumai. Bea Cukai Dumai sangat mendukung upaya tersebut,” ujar Zulfan.

Menurut Zulfan, pemanfaatan kontainer konsolidasi diharapkan dapat menjadi alternatif bagi UMKM yang ingin mulai memasuki pasar ekspor.

Produk dari beberapa pelaku usaha dapat dihimpun dalam satu pengiriman sehingga kebutuhan volume barang dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing UMKM.

“Targetnya, pelaku UMKM bisa melakukan ekspor dengan memanfaatkan kontainer konsolidasi. Jadi, produk dari beberapa UMKM dapat dikirim bersama dalam satu kontainer,” katanya.

Rencana tersebut akan dikembangkan melalui program UMKM Go Export. Produk UMKM Dumai dan wilayah sekitarnya diarahkan untuk dikirim menggunakan kontainer menuju pelabuhan hub atau pelabuhan pengumpul di Malaysia.

Skema tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM untuk mengenal pasar internasional.

Pengiriman secara konsolidasi juga memungkinkan pelaku usaha memulai ekspor tanpa harus langsung memenuhi kapasitas satu kontainer secara mandiri.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai Ruru Firza Isnandar mengatakan, Bea Cukai pada prinsipnya mendukung upaya dunia usaha untuk meningkatkan ekspor dari Dumai.

“Pada prinsipnya, semangat para pengusaha untuk meningkatkan ekspor dari Pelabuhan Dumai sangat kami dukung. Kami juga sudah menyampaikan ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi agar kegiatan ekspor dapat berjalan sesuai aturan,” kata Ruru.

Menurut Ruru, Dumai memiliki peluang besar untuk mengembangkan kegiatan ekspor dengan melibatkan lebih banyak UMKM.

Karena itu, Bea Cukai akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi agar pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan ekspor sesuai ketentuan.

“Kami melihat peluang ekspor ini sangat bagus. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang melakukan ekspor. Bea Cukai akan terus melakukan pendampingan dan memberikan fasilitasi agar kegiatan ekspor dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Bagi UMKM, perluasan pasar hingga ke luar negeri dapat memberikan peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan usaha.

Aktivitas ekspor juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

Pelabuhan Dumai menjadi salah satu simpul penting dalam rencana tersebut.

Melalui kolaborasi KADIN, Bea Cukai, dan pelaku usaha, kegiatan ekspor UMKM diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah dan bertahap.

Pertemuan KADIN Dumai dan Bea Cukai Dumai menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem tersebut.

Selain membuka akses pasar, pendampingan dan pemenuhan ketentuan ekspor menjadi bagian penting agar UMKM mampu menjalankan kegiatan perdagangan internasional secara berkelanjutan. *

Terkini