PT GPI Perkuat Kapasitas Petani Sawit dan Dorong Praktik Berkelanjutan di Muba

Rabu, 16 September 2026 | 11:03:36 WIB

MUSI BANYUASIN – Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Guthrie Pecconina Indonesia (PT GPI), memperkuat kapasitas petani kelapa sawit swadaya melalui penyuluhan dan pelatihan teknis budidaya di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Kegiatan bertajuk “Penyuluhan Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit” tersebut diikuti sekitar 60 petani. Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, kegiatan dilaksanakan langsung di salah satu kebun milik warga sehingga materi yang diberikan dapat dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan.

Pendekatan tersebut memungkinkan petani tidak hanya memperoleh pembekalan secara teori, tetapi juga melihat dan mendiskusikan secara langsung kondisi tanaman serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mengelola kebun.

Materi teknis disampaikan oleh Agus Joko Santoso dari Protection & Plant Nutrition PT GPI. Dalam penyuluhan, materi utama dirangkum dalam tiga poin yang disingkat “BLT”, yaitu Bibit, Lingkungan dan Teknis. Bibit menjadi salah satu dasar penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman, Lingkungan berkaitan dengan kondisi sekitar yang memengaruhi perkembangan tanaman, sedangkan Teknis mencakup cara pengelolaan dan pemeliharaan kebun yang tepat.

Penyuluhan berlangsung secara interaktif. Para petani aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang ditemui dalam pengelolaan kebun, mulai dari kondisi tanaman hingga persoalan teknis budidaya. Berbagai persoalan tersebut kemudian dibahas bersama dengan mengarahkan solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing kebun.

Selain materi teknis budidaya, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang disampaikan oleh Arif Sucipto, Staff Sustainability PT GPI.

Materi tersebut memberikan pemahaman awal kepada petani mengenai pentingnya penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan serta pemenuhan ketentuan dalam pengelolaan usaha kelapa sawit.

Area Controller Sumsel PT GPI, M.Romdhon, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pengetahuan yang praktis dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.

“Penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen PT GPI untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pengetahuan yang praktis dan relevan dengan kondisi di lapangan. Dengan dilaksanakan langsung di kebun warga, petani dapat berdiskusi dan mendapatkan solusi atas berbagai kendala yang mereka hadapi dalam pengelolaan kebun,” ujar Romdhon.

Menurutnya, pendekatan berbasis lapangan diharapkan membuat pengetahuan yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petani dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung sehingga pengelolaan kebun menjadi lebih baik, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi petani,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumi Ayu, Amrullah Mahmud, S.H., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PT GPI. Menurutnya, penyuluhan tersebut memberikan manfaat langsung bagi petani karena materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan kondisi kebun masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada para petani. Harapan kami, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga kualitas kebun masyarakat menjadi lebih baik dan produktivitas meningkat,” ujar Amrullah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan dan kemampuan petani semakin berkembang.

“Dengan hasil kebun yang semakin baik, tentu kami berharap penghasilan dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan juga diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan masyarakat,” tambahnya.

Bagi PT GPI, peningkatan kapasitas petani merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui edukasi yang berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan, perusahaan berharap petani semakin mampu mengelola kebunnya secara baik, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PT GPI dalam mendorong praktik perkebunan yang lebih baik dengan menempatkan peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun keberlanjutan bersama. (Lin)

Terkini