PT SLS Kerahkan Tim dan Peralatan Bantu Penanganan Karhutla di Kerumutan

Jumat, 11 September 2026 | 17:41:59 WIB

PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Air Kuning, Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus ditangani secara intensif oleh tim gabungan. Memasuki Rabu (9/9/2026), penanganan di lahan gambut yang terbakar seluas kurang lebih 1.109,46 hektare telah memasuki tahap mopping up, yakni pembasahan dan pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sari Lembah Subur (SLS), turut memperkuat penanganan tersebut dengan mengerahkan 10 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) internal. Tim RPK PT SLS bergabung bersama personel Polsek dan Polres Pelalawan serta perusahaan-perusahaan di wilayah Kerumutan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan.

Lokasi kebakaran tersebut berada di luar wilayah operasional PT SLS, dengan jarak sekitar 7,5 kilometer dari area operasional perusahaan. Meski demikian, PT SLS tetap mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu penanganan bersama, sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk mendukung operasi, PT SLS menurunkan unit pompa Ministrike, pompa Koshin, 12 roll selang pemadam, tiga nozzle TFT, serta delapan handy talky (HT). Personel dan peralatan dimobilisasi menggunakan unit Hilux Fire menuju lokasi kebakaran.

Kondisi lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan membuat proses penanganan membutuhkan kewaspadaan dan pembasahan secara menyeluruh. Ketersediaan sumber air di sekitar lokasi turut membantu tim gabungan melakukan proses mopping up dan memastikan area yang telah terbakar tidak kembali memunculkan titik api.

Community Development Officer (CDO) PT SLS, Ginanjar Maolid, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari upaya membantu penanganan karhutla bersama berbagai pihak, termasuk ketika kejadian berada di luar wilayah operasional perusahaan.

“Ketika ada laporan karhutla di luar wilayah perusahaan, kami terus berupaya membantu sesuai kapasitas yang kami miliki. Personel dan peralatan kami kerahkan untuk memperkuat tim gabungan di lapangan. Yang terpenting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Ginanjar.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak berhenti ketika api terlihat padam. Pada lahan gambut, proses pembasahan dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Dukungan PT SLS mendapat apresiasi dari berbagai unsur dan masyarakat di Kerumutan. Sebelumnya, perusahaan juga telah beberapa kali mengerahkan RPK untuk membantu penanganan karhutla di sekitar wilayah Kerumutan.

Pada Juli 2026, misalnya, tim RPK PT SLS turut membantu pemadaman kebakaran lahan di Dusun Pematang Tengah, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut tersebut berada di luar wilayah operasional perusahaan dan berjarak sekitar 5 kilometer dari area operasional PT SLS.

Selain respons langsung, kesiapsiagaan juga dibangun melalui berbagai langkah pencegahan sebelum memasuki periode risiko kebakaran. PT SLS memperkuat kesiapan RPK dan sarana-prasarana pemadaman, melakukan patroli dan pemantauan wilayah, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.

Perusahaan juga melibatkan masyarakat dalam pencegahan melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi dan pelatihan pemadaman, serta kegiatan bersama masyarakat dan pemuda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan PT SLS yang menempatkan pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai langkah utama. Ketika kebakaran terjadi, sumber daya yang telah disiapkan dapat segera dimobilisasi untuk membantu penanganan, termasuk pada lokasi di luar area operasional perusahaan.

Bagi PT SLS, ancaman karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi, baik dalam mendeteksi potensi kebakaran, melakukan pemadaman maupun memastikan tidak terjadi kebakaran berulang.

Melalui kesiapan personel dan sarana pemadaman serta kolaborasi dengan berbagai pihak, PT SLS terus mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan dan mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sejalan dengan semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, PT Sari Lembah Subur terus memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam pencegahan serta penanganan karhutla, termasuk dengan membantu pemadaman di wilayah sekitar ketika dibutuhkan.(*)

Terkini