Pemprov Riau Terima Penghargaan Komitmen Menjaga Stabilitas Harga Sawit

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:06:41 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima penghargaan atas komitmennya dalam menjaga stabilitas harga sawit pada acara Sawit Indonesia Expo (SIExpo) & Conference 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Pemprov Riau yang dinilai memiliki komitmen dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri sawit di Indonesia.

Penghargaan kategori komitmen menjaga stabilitas harga sawit tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi di SKA Coex, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Syahrial mengatakan Pemprov Riau telah membangun pondasi pengelolaan perkebunan melalui kebijakan One Map Policy untuk memperkuat pemetaan wilayah, dan memberikan kepastian dalam pengelolaan ruang dan perkebunan sawit.

Syahrial menegaskan Pemprov Riau siap melanjutkan berbagai pondasi yang telah dibangun sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap industri sawit. Ia berharap penguatan tata kelola sawit tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit.

"Kita ingin petani semakin sejahtera, lapangan kerja luas, ketahanan pangan dan energi semakin kuat, serta lingkungan semakin terjaga," ujar Syahrial seperti dilansir mcr.

Selain penghargaan kepada Pemprov Riau, kategori komitmen menjaga kesejahteraan petani sawit juga diberikan kepada Kementerian Pertanian RI yang diterima oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam. Ia menyampaikan bahwa pembangunan industri sawit tidak dapat hanya dilihat dari sisi bisnis dan peningkatan produksi.

"Kita sadari produksi sawit bukan hanya pendekatan bisnis, kualitas SDM, rantai pasok dan lain-lain banyak yang harus ditingkatkan," kata Iim.

Iim juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia. Namun, proses tersebut harus diiringi dengan ketersediaan bahan baku yang memadai.

"Hilirisasi sawit bukan hanya jual bahan mentah, tapi olah CPO menjadi produk bernilai tinggi, dan hilirisasi tidak akan berjalan tanpa bahan baku cukup, sehingga produktivitas yang sudah ada harus ditingkatkan," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Iim, terus memberikan dukungan terhadap peremajaan sawit rakyat serta penyediaan sarana dan prasarana sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan sawit. Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi salah satu fokus utama agar industri hilir dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kategori komitmen menjaga kesejahteraan petani sawit juga diberikan kepada Bupati Dharmasraya dan Bupati Siak. Apresiasi lainnya diberikan kepada kelompok tani Ahmad Mulya Mugi Raharjo serta penghargaan atas dukungan terhadap UKM sawit Riau yang diberikan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).(Lin)

Halaman :

Terkini