KH Suher Dilantik Sebagai Ketua DPW APKASINDO Riau untuk Kedua Kalinya

Senin, 22 Juni 2026 | 10:39:00 WIB

PEKANBARU -  KH Suher, Ketua DPW APKASINDO Riau, kembali dilantik sebagai Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau Masa Bakti 2025–2030. Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri sawit di daerah.

“Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang besar. Karena itu, kami akan bekerja untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan keberadaan APKASINDO benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, K.H Suher.

Menurutnya, kepengurusan baru akan berupaya memperkuat peran petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, petani harus mampu menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, sektor kelapa sawit saat ini menghadapi berbagai dinamika yang membutuhkan kesiapan seluruh pelaku usaha perkebunan, termasuk petani. Oleh sebab itu, APKASINDO akan fokus memperkuat kapasitas anggota agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan kebijakan yang terus berubah.

“Petani tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri sawit. Mereka harus menjadi pelaku yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan daya saing yang kuat,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit telah menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dan nasional. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari nilai ekspor yang tinggi, tetapi juga dari perannya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Riau memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat besar. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor ini agar tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri sawit saat ini semakin kompleks, mulai dari tuntutan peningkatan produktivitas hingga penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“APKASINDO memiliki peran strategis sebagai wadah yang memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan perkebunan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai, keberadaan organisasi petani yang kuat sangat penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan. Selain itu, organisasi juga berperan dalam memperluas akses petani terhadap informasi, teknologi, dan berbagai program pemberdayaan.(Lin)

Terkini