PT Guthrie Pecconina Indonesia Perkuat Kolaborasi Multipihak Hadapi Risiko Karhutla 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:20:31 WIB

MUSI BANYUASIN— PT Guthrie Pecconina Indonesia (GPI), anak usaha Minamas Plantation, terus memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Stakeholder Meeting, Sosialisasi, Simulasi Penanggulangan Karhutla, dan Penandatanganan Komitmen Bersama yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Rantau Panjang Estate PT Guthrie Pecconina Indonesia, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (11/6).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin Marco Susanto, S.STP., M.Si., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin, Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin, Camat Lawang Wetan, Wakapolsek Babat Toman, Danramil Babat Toman, para kepala desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT Guthrie Pecconina Indonesia.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan, serta menyamakan langkah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang umumnya meningkat selama musim kemarau.
Selain penyampaian materi mengenai pencegahan dan penanggulangan karhutla, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman terpadu yang melibatkan tim tanggap darurat perusahaan. Simulasi mencakup proses deteksi titik api, mekanisme pelaporan cepat, pengoperasian peralatan pemadam kebakaran, hingga teknik pemadaman dan pendinginan area terdampak guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diakhiri dengan penandatanganan komitmen pencegahan karhutla oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Komitmen tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Area Controller PT Guthrie Pecconina Indonesia, M. Romdhon, mengatakan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak serta didukung oleh kesiapsiagaan sumber daya dan pemanfaatan teknologi.
“Perubahan pola cuaca dan meningkatnya risiko kekeringan pada musim kemarau menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Karena itu kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kapasitas pencegahan melalui pemanfaatan teknologi dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Pencegahan yang efektif selalu dimulai dari kewaspadaan dan kerja sama yang kuat,” ujar Romdhon.

Ia menambahkan, PT Guthrie Pecconina Indonesia sebagai anak usaha Minamas Plantation telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan sumber daya untuk menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang dalam berbagai kajian iklim kerap disebut sebagai fenomena El Niño kuat atau "El Niño Godzilla".

Menurutnya, PT Guthrie Pecconina Indonesia secara konsisten menjalankan berbagai program mitigasi karhutla, antara lain patroli terpadu, pemantauan hotspot secara berkala, pemeliharaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, pembinaan kelompok Masyarakat Peduli Api, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dalam mendukung sistem deteksi dini, perusahaan juga memanfaatkan teknologi pemantauan hotspot berbasis satelit serta penggunaan drone untuk memantau kondisi lapangan secara real time, sehingga potensi kebakaran dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, Marco Susanto, mengapresiasi komitmen PT Guthrie Pecconina Indonesia dalam memperkuat kolaborasi multipihak sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana karhutla.
“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Kami mengapresiasi langkah PT Guthrie Pecconina Indonesia yang secara aktif membangun sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Upaya pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu kesiapsiagaan harus terus diperkuat sebelum memasuki periode kemarau yang lebih intensif,” kata Marco.

Melalui kegiatan ini, PT Guthrie Pecconina Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pencegahan karhutla secara berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi pemantauan modern guna menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Musi Banyuasin.(Rls)

Terkini