GAPKI: Produksi, Ekspor dan Konsumsi CPO 2025 Meningkat

Selasa, 17 Maret 2026 | 09:04:49 WIB

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat bahwa produksi CPO tahun 2025 mencapai 51,6 juta ton, lebih tinggi 7,26% dibandingkan dengan produksi tahun 2024 yang mencapai 48.164 ribu ton.

Produksi PKO juga naik 6,41% menjadi 4,8 juta ton ton dari 4,5 juta ton pada tahun 2024. Dengan demikian produksi CPO dan PKO 2025 mencapai 56,5 juta ton yang lebih tinggi 7,18% dari produksi tahun 2024 sebesar 52,7 juta ton.

Total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 3,82% dari 23,8 juta ton di tahun 2024 menjadi 24,7 juta  ton pada tahun 2025.

Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi 12,7 juta ton atau 10,97% dari tahun sebelumnya sebesar 11,4 juta ton.

“Kenaikan biodiesel ini disebabkan oleh kenaikan bauran dari 35% menjadi 40%. Konsumsi oleokimia naik dari 2,2 juta ton ton menjadi 2,3 juta ton atau naik sebesar 1,22%,” kata Mukti Sardjono Direktur Eksekutif GAPKI dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

Namun, konsumsi pangan menurun menjadi 9,8 juta ton dari 10,2 juta ton pada tahun sebelumnya atau turun sebesar 3,64%.

Total ekspor tahun 2025 mencapai 32,3 juta ton, lebih tinggi 9,51% dari ekspor tahun 2024 sebesar 29,5 juta ton.

Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 22,7 juta ton dari 20,4 juta ton pada tahun sebelumnya.

Diikuti oleh olahan minyak inti sawit yang naik menjadi 1,5 juta ton dari 1,2 juta ton, oleokimia naik menjadi 5 juta ton dari 4,7 juta ton, dan CPO yang naik menjadi 2,96 juta ton dari 2,91 juta ton.

Menurut negara tujuannya, peningkatan ekspor pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya antara lain Afrika (+991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh (+503 ribu ton), dan Pakistan (+214 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan India (-859 ribu ton), EU 27 (-97 ribu ton) dan USA (-15 ribu ton).

Nilai ekspor yang dicapai pada tahun 2025 adalah USD 35,87 miliar (sekitar Rp 590 triliun), yang lebih tinggi 29,23% dari ekspor tahun 2024 sebesar USD 27,76 miliar (sekitar Rp 440 triliun).

Peningkatan nilai ekspor terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor juga karena harga rata-rata cif Rotterdam tahun 2025 sebesar USD 1.221 per ton lebih tinggi dari harga rata-rata tahun 2024 sebesar USD 1.084 per ton.

Dengan produksi, konsumsi dan ekspor seperti dipaparkan di atas, stok akhir CPO dan PKO tahun 2025 sebesar 2,06 Juta ton yang lebih rendah 19,79% dari stok akhir 2024 sebesar 2,57 juta ton.(rls)

Terkini