LIPI Sulap Limbah Sawit Jadi Energi Alternatif

Kamis, 05 Oktober 2017 | 19:02:47 WIB
Limbah sawit dijadikan energi alternatif. Itu dilakukan Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Caranya dengan mengembangkan mikroba lokal untuk menjadi supermikroba sebagai energi alternatif dengan rekayasa genetika. Pengembangan mikroba lokal menjadi supermikroba bisa menghasilkan biorefineri. “Secara sederhana, biorefineri memiliki sifat yang sama dengan bahan bakar minyak,” jelas peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Yopi, Rabu (4/10). Dia menjelaskan, biorefineri yang dikembangkan dapat menjadi bahan bakar alternatif baru di Indonesia. Biorefineri berasal dari bahan mentah lokal dari industri pertanian, kehutanan, dan perkebunan. “Biomassa ini, misalnya, berasal dari sisa industri kelapa sawit, tebu yang menghasilkan sisa-sisa daun, tandan kosong, dan batang tumbuhan,” kata Yopi. Dalam pengolahan, biorefineri menghasilkan produk energi alternatif. Biorefineri membutuhkan mikroba untuk penguraian dalam bentuk rekayasa genetika. “Supermikroba kemudian menghasilkan enzim berupa bioetanol,” kata Yopi. Dengan bahan biorefineri nonpati, harga produk alternatif bisa bersaing dengan bahan bakar minyak yang selama ini beredar di pasaran. Dalam melakukan penelitian, para peneliti tak sendiri. Mereka dibantu Pusat Penelitian Kimia dan Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI). “Salah satu fokus riset adalah pengembangan biorefineri terpadu dengan dasar pemanfaatan biomassa dari industri kelapa sawit dan tebu,” kata Yopi.

Terkini

Harga Jual MinyaKita di Riau Masih di Atas HET

Kamis, 24 September 2026 | 17:16:50 WIB

Website PWI 2026, Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Selasa, 22 September 2026 | 17:45:12 WIB

PT BNS Raih Penghargaan Pemkab Inhil

Senin, 21 September 2026 | 20:16:38 WIB