Siaga Kemarau Terik, Grup April Umumkan Periode Bahaya Api di Riau

Rabu, 21 Juni 2017

APRIL mengumumkan ‘Periode Bahaya Api’ di seluruh area konsesinya di  Provinsi Riau. Itu disiagakan mulai 1 Juli hingga 30 September 2017  ini. Pengumuman ini merupakan bagian dari pendekatan lanskap APRIL yang terintegrasi untuk pengelolaan kebakaran hutan yang di dalamnya bekerja sama secara erat dengan berbagai pemangku kepentingan.  Grup APRIL mengumumkan itu sejak 17 Juni ini yang disebutnya sebagai ‘Periode Bahaya Api’ di seluruh area konsesinya di Provinsi Riau, mulai 1 Juli hingga 30 September 2017. Pengumuman ini merupakan bagian dari pendekatan lanskap APRIL yang terintegrasi untuk pengelolaan kebakaran hutan, dan sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan upaya kolaboratif dalam bekerja sama dengan pemerintah, para pemilik konsesi  lainnya dan masyarakat untuk melarang penggunaan api selama musim kemarau. “Fokus utama kita adalah meningkatkan kesadaran dan mencegah adanya api,” kata Presiden APRIL, Praveen Singhavi. “Kami menganggap strategi ini lebih efektif  dibanding memadamkan api di saat terjadinya kebakaran,” tambahnya. Pada bulan Januari, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan koordinasi dengan kementerian terkait dan pihak penegak hukum untuk memastikan pendeteksian dini, kewaspadaan tingkat tinggi dan penegakan hukum yang ketat untuk para pelaku pembakaran di kawasan yang rawan terhadap kebakaran di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Papua. (http://setkab.go.id/2017-diprediksi-lebih-kering-presiden-jokowi-janjiannya-tetap-ada-reward-dan-punishment/) ‘Periode Bahaya Api’ ini akan dijadikan sebagai peringatan bagi para karyawan dan mitra APRIL serta masyarakat lokal di Provinsi Riau untuk tetap dan selalu waspada terhadap bahaya kebakaran di sekitar mereka. Itu akibat cuaca panas dan kering di sepanjang musim kemarau. Dam pemberitahuan ini juga ditujukan kepada masyarakat local, bahwa pelarangan penggunaan api diberlakukan di seluruh area hutan yang dikelola oleh APRIL. Itu artinya, mereka tidak bisa menyalakan api ketika berada di lingkungan terbuka. Papan pengumuman, rapat desa dan alat komunikasi lainnya akan digunakan untuk memberitahukan kepada masyarakat mengenai Periode Bahaya Api ini. Manager Perlindungan Hutan APRIL Craig Tribolet mengatakan, “Hampir 80% dari kebakaran yang terjadi pada 12 tahun terakhir diakibatkan oleh pengerjaan lahan oleh para petani setempat. Dan kita menjalin kerjasama secara erat dengan masyarakat sekitar untuk memastikan bahwa mereka paham mengenai risiko kebakaran lahan dan hutan,” katanya. Pencegahan kebakaran merupakan sebuah focus utama dari pengelolaan kebakaran lanskap terintegrasi APRIL. Pencegahan merupakan bagian yang penting dalam siklus pengelolaan kebakaran. Dengan begitu, upaya ini berfokus pada penghentian api sebelum dimulai. Untuk alasan ini, APRIL menginisiasi program yang berbasis masyarakat ‘Desa Bebas Api, Lanskap Bebas Api’ untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketahanan masyarakat tentang pengelolaan kebakaran. Melalui program ini, masyarakat local diberikan alat dan informasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pengelolaan  kebakaran dan akses terhadap system pertanian keberlanjutan alternatif. Kedua komponen itu merupakan hal yang penting dalam pengambilan keputusan yang lebih baik terkait pengelolaan penggunaan lahan untuk mencapai lanskap bebas api. Untuk memastikan kesiapan dan kemampuan pemadaman siaga tingkat tinggi dari kebakaran yang terjadi di dalam dan sekitar area konsesi, APRIL akan meningkatkan patrol darat dan udara oleh kru kebakaran, dan bekerja secara aktif dengan masyarakat local dalam pencegahan kebakaran selama Periode Bahaya Api ini. Sampai saat ini, APRIL telah menginvestasikan lebih dari USD6 juta khusus untuk tim kebakaran dan peralatan pemadaman, serta pelatihan bagi 600 kru pemadaman. APRIL juga memiliki Saluran Siaga Kebakaran 24 jam (+62 811 707 2121) untuk masyarakat yang hendak melaporkan kebakaran yang terjadi di dalam dan sekitar area konsesinya. jss