Ini 'Pajak Gila' Usulan Senator Prancis untuk Sawit

Selasa, 12 Desember 2017

Wajar Menteri Energi Ignatius Jonan mengancam Prancis. Dia bilang, kalau sikap Prancis terhadap sawit masih negatif, maka hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia akan bermasalah. Ujaran yang langsung menohok itu masuk akal. Sebab perusahaan migas asal Prancis, Total akan mengembangkan biofuel dengan menggunakan minyak sawit Indonesia, negeri eksportir minyak sawit nomor satu dunia. Sisi lain Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Niccolas Hulot, adalah mantan wartawan dan aktifis lingkungan. Jejak Prancis mendiskreditkan kelapa sawit tak sulit dilacak. Prancis adalah bagian dari ‘sentra’ kampanye hitam sawit. Prancis merupakan salahsatu negara yang antipqti terhadap sawit. Tak heran jika labelisasi ‘no palm oil’ dalam kemasan makanan juga marak beredar dalam Negeri Mode ini. Di antara sekian banyak penentangan terhadap minyak sawit itu, salahsatu yang monumental adalah soal pajak. Kendati pajak itu akhirnya tidak terrealisasi, tetapi usulan pajak yang ‘gila’ itu sudah mempertontonkan, betapa negeri itu sudah sejauh itu anti sawit. Saat itu, di bulan Januari 2017, pajak yang dikenakan Pemerintah Prancis terhadap minyak nabati adalah : minyak zaitun 4,9%, minyak rapeseed 11,69%, minyak bunga matahari 15,79%, dan minyak sawit 21,67%, minyak kedelai 23,64%. Pengenaan pajak ini dianggap masih fair. Namun tidak berhenti di situ. Ada usulan pajak tambahan yang mengejutkan. Itu terlontar dalam perdebatan saat membahas RUU Keanekaragaman Hayati. Di Majelis Nasional Prancis itu mencuat kencang sikap diskriminatif terhadap sawit. Konklusi dari perdebatan itu mengerucut pada angka-angka yang membuat semua pihak kaget. Tidak hanya negara produsen sawit, tetapi juga Pemerintah Prancis sendiri. Pajak tambahan yang diajukan senator Prancis itu adalah : minyak zaitun terkena pajak tambahan 4,9%, minyak rapeseed 11,69%, minyak bunga matahari 15,79%, minyak kedelai: 23,64%, dan berapa pajak tambahan yang dikenakan untuk minyak sawit? Minyak kelapa sawit dikenai pajak tambahan 209,7%. Usulan pajak yang ‘gila’ ini mengguncangkan. Untung ini tidak jadi direalisasi. Pemerintah Prancis masih waras. Mereka menolak usulan pengenaaan pajak yang tidak masuk akal ini. jss