PDIP Sebut Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Sangat Memungkinkan

Rabu, 26 Februari 2020

Prabowo Subianto dan Puan Maharani. (Int)

JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Aria Bima menilai, terbuka kans memasangkan Ketua Umum Prabowo Subianto dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Menurut Bima, hitungan politiknya sangat mungkin terjadi.

"Bahwa Pak Prabowo-Mbak Puan jadi salah satu keinginan Gerindra, kami sangat bisa memahami. Kita partai pemenang, Pak Prabowo partai pemenang kedua. Dan sangat memungkinkan kalkulasi-kalkulasi politik itu bisa saja terjadi untuk saling memperhitungkan," ujar Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Bima menilai, politik masih bakal sangat dinamis sampai 2023 atau sebelum pencalonan Pilpres 2024. Dia menilai terbuka PDIP koalisi dengan Gerindra.

"Bahwa situasional, popularitas, elektabilitas, baik itu partai dan figurnya, itu semua akan terus dihitung dan tentunya itu akan terus berlanjut sampai 2023," kata Bima.

Ketua Komisi VI DPR itu mengakui Puan sebagai calon presiden potensial dari PDIP. Dia mengatakan, tidak terlalu sulit bagi Puan menuju kursi RI 1 atau 2 dengan segudang pengalaman.

Puan pernah menjadi Menko PMK. Jabatan politik di DPR sedang diembannya sebagai Ketua DPR. Bahkan, kata Bima, Puan merupakan anggota legislatif dengan suara terbanyak pada Pemilu 2019.

"Jadi saya tidak melihat dari aspek personalnya meragukan. Nah tergantung dinamika seperti apa. Karena setahu saya Mbak Puan juga masih cukup tepat juga untuk dicalonkan sebagai presiden," kata dia.

Sebelumnya, Puan menanggapi santai pencalonannya di 2024. Dia mengaku belum kepikiran untuk bertarung sebagai calon presiden.

"Belum ada yang ngomong kayak begitu, belum kepikiran juga, belum mikir 2024, masih 2020," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020). (*)