Luas RHL 2019 Tumbuh Hampir 10 Kali Lipat

Ahad, 17 November 2019

Kawasan hutan. (int)

TEGAL - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Siti Nurbaya mengatakan luas Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun 2019 ini tumbuh hampir sepuluh kali lipat. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan anggaran dari pemerintah sebesar Rp2,7 triliun.

Dana ini dialokasikan untuk penanaman pohon di areal seluas 206.000 hektare (ha) serta pengembangan kebun bibit dan persemaian. Kegiatan ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sejalan dengan prioritas pemerintahan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Siti Nurbaya mengatakan, sebelum tahun 2019, luasan RHL baru mencapai 23.000 ha. Namun pada 2019 luasannya naik hampir sepuluh lipat mencapai 206.000 ha.

“Karena itu, kami akan berkeliling Indonesia untuk melakukan observasi ke persemaian,  mulai dari persemaian yang disiapkan pemerintah hingga kebun bibit masyarakat. Hal ini karena keberhasilan tumbuh kembang pohon dimulai dari pembibitan yang baik. Presiden juga menugaskan untuk pemulihan lingkungan," ujar Menteri Siti Nurbaya saat berada di KPH Pekalongan Barat, Kabupaten Tegal.

Dalam kunjungan itu, Siti Nurbaya didampingi Wamen KLHK RI, Aloe Dohong, Sekjen Bambang Hendroyono, Plt. Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) Hudoyo serta sejumlah pejabat KLHK lain.

Hudoyo memastikan bahwa sepanjang 2019 tersedia dukungan anggaran cukup besar untuk penanaman pohon dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pemulihan DAS Kegiatan RHL diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Kunjungan kerja inspeksi kebun bibit di Tegal Jawa Tengah, kata  Hudoyo merupakan rangkaian kerja program RHL menjelang turunnya hujan menurut musim di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Siti Nurbaya mengajak masyarakat untuk menanam pohon sebagai upaya pemulihan dan pencegahan banjir dan kekeringan. "Caranya yaitu mari kita menanam pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, airnya juga akan bagus, lingkungan yang baik bagi masyarakat juga terawat,"  kata dia. (*)