PEKANBARU - Sempena memperingati Hari Anak Nasional 2026, Eka Hospital yang berada di jalan Soekarno Hatta Pekanbaru ini menggelar beragam Lomba dan talkshow bersama dokter Spesialis Anak dr. Afriyan Wahyudi, Sp.A, M.Kes di mal SKA. Acara yang digelar Minggu (19/7) ini diikuti ratusan anak-anak yang sangat antusias dari pagi hadir di acara mengikuti lomba yang di adakan Eka Hospital.

Direktur Eka Hospital, dr. Chandra Wijaya, M.Kes melalui Ranny Saputri selaku Panitia acara dan Marketing Eka Hospital Pekanbaru kepada media mengucapkan terimakasih kepada peserta yang sudah berpartisipasi dalam acara lomba untuk anak anak ini.
Katanya acara ini mengusung tema “ Eka Hospital Sahabat Anak Sehat” dan juga edukasi dengan tema “Fever Facts” Mengungkap Mitos dan Fakta Deman pada Anak oleh dokter spesialis anak Eka Hospital dr Afriyan Wahyudhi Sp A M kes.
“Kita berterimakasih kepada orang tua yang Dari pagi sudah antusias membawa anak anaknya untuk mengikuti acara yang kami gelar khusus di Perintangatan Hari Anak National in. Kami juga berterimakasih sekali kepada para sponsor yang sudah mendukung acara ini dengan maksimal," tuturnya.

Acara ini kata Ranny, juga diisi dengan beragam lomba diantaranya, lomba FOTO bayi Dan balita usia 0 sampai dengan 36 bulan, Lomba Fashion show untuk anak 3 sampai 6 tahun Dan lomba menggambar untuk 4 - 8 tahun.
"Lomba ini memang kita gelar untuk anak anak yang berani tampil Dan beradaptasi dengan lingkungan. Karena kita ingin mengenalkan mereka sejak dini dengan Dunia luar Dan mereka bisa mengeluarkan bakat Dan minatnya Dari kecil tanpa merasa canggung Dan kelak tampil berani di depan umum," papar Ranny.
Harapannya kata Ranny, dengan selalu memperingati Hari Anak Nasional 2026 pada tahun kedua ini Eka Hospital selalu berkomitmen untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak anak khususnya warga Pekanbaru Dan Riau umumnya. Apalagi kata Ranny seluruh anak Indonesia harus mendapatkan perlindungan, hak pendidikan yang layak, dan kasih sayang tanpa terkecuali, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.
Disisi lain dalam talk show
Dokter spesialis Anak Eka Hospital dr Afriyan Wahyudhi Sp A M kes menjelaskan Demam pada anak merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh yang meningkat untuk melawan infeksi (seperti virus, bakteri, atau jamur) atau peradangan. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah tanda atau gejala bahwa tubuh sedang berupaya mengusir kuman penyebab penyakitnya.
Namun orang tua tidak khawatir jika ananda mengalami demam. Apalagi kondisi ananda masih aktif bermain, makan dan minum dengan baik, serta warna kulitnya normal.
Namun, jika demam membuat si kecil merasa tidak nyaman, misalnya ia jadi rewel, terlihat lesu, atau tidak tertarik untuk bermain, bunda dapat memberikan asupan cairan yang cukup. Untuk mencegah dehidrasi pada anak, berikanlah ia asupan cairan yang cukup, baik dengan memberikannya air putih, sup, atau buah-buahan yang tinggi air, seperti semangka, jeruk, atau melon.
Saat anak demam, bukan berarti ia harus tidur sepanjang hari. Hal terpenting adalah ia cukup istirahat. Jika anak kedinginan, hindari menutupi tubuhnya dengan pakaian dan selimut tebal. Hal ini justru bisa mencegah keluarnya panas tubuh, sehingga suhu tubuhnya akan semakin naik.
"Tutuplah bagian tubuh anak seperlunya tidak seluruh tubuh sehingga sirkulasi udara ditubuh bisa beradaptasi dengan lingkungannya dan demam akan mengalami penurunan secara perlahan,"katanya.
Selain itu, hindari memandikan anak dengan air dingin karena bisa membuat demamnya semakin parah. Sebaliknya, mandikanlah anak dengan air hangat. Pastikan juga suhu kamar tidak dingin, agar anak tidak kedinginan setelah mandi.
Bundaa atau ayah bisa memberikannya obat penurun panas atau demam, seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun, dalam pemberian obat demam pada anak ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
Tidak memberikan aspirin kepada anak usia di bawah 16 tahun.
Jangan menggabungkan ibuprofen dan paracetamol tanpa anjuran dari dokter.
Jangan memberikan paracetamol kepada anak usia di bawah 2 bulan.
Jangan memberikan ibuprofen kepada anak yang menderita asma, berusia di bawah 3 bulan, atau dengan berat badan di bawah 5 kg.
Sebelum memberikan obat demam kepada Si Kecil, pastikan Bunda membaca label kemasan obat terlebih dahulu untuk mengetahui dosis yang sesuai dengan usianya.
Simpanlah obat penurun demam di tempat yang kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Untuk mencegah demam pada anak, cara yang paling efektif adalah membatasi paparan kuman penyebab infeksi. Tunjukkan kepada anak cara mencuci tangan yang benar dengan air dan sabun atau hand sanitizer, serta ingatkan ia untuk menutup mulut saat batuk atau bersin dan tidak berbagi penggunaan alat makan dengan orang lain.
Meski umumnya tidak berbahaya, waspadai bila anak mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti diare yang berlangsung lama atau muntah berulang kali
Tanda-tanda dehidrasi, seperti volume urine sedikit, tidak keluar air mata saat menangis, atau anak kurang aktif daripada biasanya
Sakit telinga, telinga mengeluarkan cairan, atau penurunan kualitas pendengaran
"Biasanya kejang demam terjadi setelah 24 jam pada anak usia di bawah 2 tahun, atau lebih dari 5 hari pada anak usia lebih dari 2 tahun, sulit bernapas atau bernapas lebih cepat daripada biasanya. segeralah bawa anak ke dokter jika suhu anak mencapai 41,5 C karena hal ini sudah termasuk emergency untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,"ucapnya. (lin)