PT IIS Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi untuk Menyiapkan Talenta Siap Kerja

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:20:53 WIB

PELALAWAN – PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Melalui program kunjungan industri, PT IIS menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa agar memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai dunia usaha sekaligus kompetensi yang dibutuhkan oleh industri perkebunan modern.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kunjungan 60 mahasiswa beserta dosen pendamping dari Universitas Andalas ke kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT IIS Buatan pada 29 Juni 2026. 
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa melihat secara langsung proses budidaya kelapa sawit yang menerapkan best management practice di kebun dan  operasional pengolahan di pabrik, hingga penerapan aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan.

Humas PT IIS, Lindu Simatupang, mengatakan perusahaan memandang dunia pendidikan sebagai mitra strategis dalam menyiapkan talenta masa depan. Karena itu, PT IIS secara konsisten membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diperkaya dengan pengalaman nyata di dunia industri.

"PT IIS bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga tempat belajar. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses bisnis, budaya kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja," ujar Lindu.
 

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui kunjungan industri, praktik lapangan, dan berbagai bentuk kolaborasi lainnya, perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Hingga saat ini, berbagai perguruan tinggi telah melakukan kunjungan ke PT IIS, di antaranya Universitas Andalas (Unand), Universitas Riau (Unri), Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2 Indonesia), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dosen pendamping mahasiswa Universitas Andalas, Dr. Ir. Kurnia Harlina Dewi, M.Si., mengapresiasi kesempatan yang diberikan PT IIS kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung operasional perusahaan.
Menurutnya, kunjungan lapangan seperti ini menjadi jembatan antara pembelajaran di kampus dengan praktik di dunia industri sehingga mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai penerapan ilmu sekaligus kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Ia juga mengapresiasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan PT IIS. Menurutnya, hampir seluruh limbah hasil pengolahan kelapa sawit dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga mendukung operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

"Kami berharap PT IIS terus membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk melakukan kunjungan lapangan karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Kami juga berharap lulusan kami dapat memperoleh kesempatan untuk berkarier di PT IIS," ujarnya.

Salah seorang mahasiswa Universitas Andalas, Queentha Fresha Nabila, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah melihat langsung proses pengolahan kelapa sawit.

"Setelah melihat langsung operasional pabrik, saya mengetahui bahwa limbah hasil pengolahan kelapa sawit dimanfaatkan kembali sehingga tidak terbuang percuma. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di perusahaan dilakukan dengan baik. Pengalaman ini juga membuat saya memahami bahwa banyak kampanye negatif tentang kelapa sawit yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan," ungkap Queentha.

Melalui kegiatan ini, PT IIS berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap memasuki dunia kerja. 

Perusahaan meyakini sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan talenta unggul sekaligus mendukung implementasi nilai-nilai 5C, khususnya Good for Community dan Good for the Country, melalui kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia.(rls)
 

Terkini