SIAK – Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat PT Kimia Tirta Utama (KTU) melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat dan aparat setempat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung terciptanya wilayah bebas asap sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sejalan dengan prinsip zero fire, PT KTU secara konsisten mengedepankan langkah pencegahan melalui sinergi lintas pihak. Perusahaan menilai bahwa keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan internal, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui kegiatan patroli terpadu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan Bhabinkamtibmas di Desa Kuala Gasib, Kabupaten Siak, akhir Maret 2026.
Asisten Sustainability PT KTU, Syamri Kardo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional berbasis keberlanjutan.
“Patroli gabungan ini merupakan wujud komitmen PT KTU dalam rangka menerapkan operasional perusahaan sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan mendukung program zero fire Pemerintah Kabupaten Siak. Untuk mencegah karhutla, berbagai langkah juga sudah kita lakukan seperti simulasi pencegahan, patroli api, dan menggandeng pihak-pihak terkait untuk patroli bersama,” ujarnya.
Patroli dilakukan dengan menyasar area-area rawan kebakaran, sekaligus memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan pengecekan kondisi sumber air guna memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi kebakaran.
Langkah ini menjadi semakin penting mengingat berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan April menjadi awal masuknya musim kemarau tahun 2026. Kondisi ini diperkuat dengan adanya potensi fenomena El Nino yang dapat memicu penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk Riau.
Kombinasi musim kemarau dan pengaruh El Nino tersebut berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran lahan, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia, sehingga upaya pencegahan dini menjadi kunci utama.
Bhabinkamtibmas Desa Kuala Gasib, Zamri, menyampaikan bahwa kegiatan patroli bersama juga berfungsi sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat.
“Dengan patroli bersama mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Hal ini kita ingatkan guna mengurangi kemungkinan terjadinya karhutla baik itu karena kelalaian maupun kesengajaan,” ujarnya.
Selain patroli rutin, PT KTU juga terus memperkuat sistem pencegahan kebakaran melalui peningkatan kesiapsiagaan internal, pelatihan tim tanggap darurat, serta penguatan sarana dan prasarana pemadaman.
Manajemen PT KTU, Teddy Yohendra Siregar, berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya kebakaran.
“Dengan adanya kolaborasi yang baik antara PT KTU bersama MPA, LPMD, dan aparat dalam patroli bersama di area Desa Kuala Gasib, diharapkan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga tercipta Siak tanpa asap dan tetap hijau,” ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh masyarakat sekitar, agar kegiatan patroli ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, PT KTU menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif masyarakat, aparat, dan perusahaan menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan kehidupan di masa depan guna mewujudkan Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia.(*)